Duduk dan Makan ‘Basamo’ Selapas Idul Adha, Tradisi yang Tetap Lestari di Ganting Kubang Pessel

16 hours ago 7

KLIKPOSITIF- Suasana hangat dan penuh kebersamaan terasa di Kampung Ganting , Nagari Kambang Utara, Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), Sumatera Barat, saat masyarakat menggelar tradisi makan bajamba usai Salat Idul Adha 1447 Hijriah, Rabu (27/5/2026).

Tradisi turun-temurun itu masih terus dipertahankan warga sebagai bagian dari budaya dan kebersamaan masyarakat kampung. Selepas salat Id, warga berkumpul bersama menikmati hidangan yang dibawa dari rumah masing-masing.

Kampung Ganting Kubang sendiri berjarak sekitar 11 kilometer dari jalan raya nasional Padang-Bengkulu. Meski berada di kawasan yang cukup jauh dari pusat keramaian, masyarakat setempat tetap menjaga nilai adat dan tradisi yang dilaksanakan turun-temurun.

Sejak pagi hari sekitar pukul 07.00 WIB, masyarakat sudah memadati lapangan tempat pelaksanaan Salat Idul Adha. Warga datang dengan mengenakan pakaian muslim terbaik mereka untuk menyambut hari raya kurban.

Tidak hanya membawa sajadah dan mukena, sebagian ibu-ibu tampak menjunjung jamba berisi aneka makanan. Jamba tersebut nantinya disantap bersama usai salat dan doa bersama.

Setelah pelaksanaan Salat Id selesai, masyarakat saling bersalaman dan bermaafan. Suasana penuh keakraban terlihat ketika warga duduk bersama di lapangan sambil mengikuti doa yang dipandu ustaz atau khatib saat khutbah Idul Adha.

Tradisi makan basamo kemudian dimulai. Hidangan yang dibawa warga disusun berjajar dan disantap bersama-sama oleh masyarakat yang hadir di lapangan tersebut.

Tokoh pemuda setempat, Ustad Yunigo Herliyo, S.Pd, tradisi makan basamo di kampung mereka sudah berlangsung sejak lama dan selalu dilaksanakan setiap momen Idul Adha.

“Tradisi ini sudah menjadi kebiasaan masyarakat kami setiap selesai Salat Id. Selain makan bersama, ini juga menjadi momen mempererat silaturahmi antar warga,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, makan basamo dilakukan sebelum proses penyembelihan hewan kurban dimulai. Seluruh masyarakat berkumpul menikmati hidangan sederhana yang dibawa bersama-sama dari rumah.

“Biasanya setelah Salat Id dan doa bersama, masyarakat langsung makan. Setelah itu baru dilanjutkan dengan penyembelihan hewan kurban,” terangnya.

Menurutnya, tradisi tersebut bukan hanya sekadar makan bersama, tetapi juga menjadi simbol kekompakan dan rasa syukur masyarakat dalam menyambut Hari Raya Idul Adha.

“Di kampung kami, kebersamaan seperti ini masih sangat dijaga. Semua warga ikut terlibat, mulai dari menyiapkan makanan hingga mengikuti kegiatan bersama,” ucapnya.

Ia berharap tradisi bajamba tetap dipertahankan oleh generasi muda agar nilai kebersamaan dan budaya masyarakat tidak hilang ditelan perkembangan zaman.

“Harapan kami tentu tradisi ini terus dilestarikan. Karena lewat kegiatan sederhana seperti ini, rasa persaudaraan warga menjadi semakin kuat,” tuturnya.

Rabu (27/5/2026) merupakan Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah yang diperingati umat Islam di seluruh dunia. Di Kampung Ganting Kubang, perayaan hari besar tersebut tidak hanya menjadi momentum ibadah, tetapi juga mempererat hubungan sosial antar warga melalui tradisi makan basamo atau bersama.

Read Entire Article
Jogja News Jogja Politan Jogja Ball Jogja Otote Klik News Makassar news