Dua Wajah Ducati Lenovo Jelang MotoGP Austria: Marc di Puncak, Bagnaia Terpuruk

5 hours ago 9

Jumali

Jumali Kamis, 17 September 2026 09:57 WIB

 Marc di Puncak, Bagnaia Terpuruk

Pembalap Ducati Marc Marquez. ANTARA/Ducati/am.

Harianjogja.com, JOGJA— Situasi berbeda di kubu Ducati Lenovo Team mengiringi persiapan menuju MotoGP Austria 2026. Marc Márquez datang ke Red Bull Ring sebagai pemimpin klasemen, sedangkan Francesco Bagnaia masih berusaha keluar dari periode sulit.

Marc untuk pertama kalinya musim ini berada di puncak klasemen MotoGP. Ia mengoleksi 274 poin, sama dengan pembalap Aprilia Racing Jorge Martín.

Namun, Marc berhak menempati posisi teratas karena memiliki jumlah kemenangan Grand Prix lebih banyak. Pembalap asal Spanyol itu sudah lima kali memenangi balapan utama musim ini, sedangkan Martín baru satu kali.

Perubahan posisi tersebut terjadi setelah Marc memenangi MotoGP San Marino di Misano, Minggu (13/9/2026). Hasil itu sekaligus memperpanjang kebangkitan Marc dalam persaingan gelar setelah sebelumnya sempat tertinggal jauh dari para pesaingnya.

MotoGP mencatat Marc mampu memangkas defisit 102 poin hanya dalam tujuh seri terakhir. Kemenangan di Misano menjadi kemenangan kelimanya pada periode tersebut dan membawanya untuk pertama kalinya musim ini ke posisi teratas klasemen.

Marc Bawa Momentum ke Austria

Marc menyambut GP Austria dengan kepercayaan diri setelah meraih hasil maksimal di Misano.

“Kami baru saja melewati akhir pekan yang sempurna: kemenangan di Misano memberikan dorongan semangat yang besar bagi saya, juga berkat dukungan dari begitu banyak penggemar Ducatisti,” kata Marc seperti dikutip Crash.

Ia juga memiliki catatan positif di Red Bull Ring. Marc menyebut dirinya tampil kompetitif di Austria pada musim sebelumnya dan ingin mempertahankan momentum bersama Ducati Lenovo.

“Di Austria ini, saya tampil kompetitif tahun lalu, dan bersama seluruh tim, kami perlu memanfaatkan momentum positif ini sebaik mungkin sembari terus bersaing dengan para pembalap terbaik,” ujarnya.

GP Austria 2026 akan digelar di Red Bull Ring, Spielberg, pada 18–20 September. Sesi latihan dimulai Jumat, sementara sprint berlangsung Sabtu dan balapan utama MotoGP digelar Minggu, 20 September.

Bagnaia Hadapi Situasi Berbeda

Kondisi Francesco Bagnaia jauh berbeda dibandingkan rekan setimnya. Juara dunia MotoGP dua kali tersebut hanya mengumpulkan satu poin dalam enam balapan terakhir. Masalah cengkeraman ban dan rasa percaya diri terhadap motor GP26 masih menjadi persoalan yang harus diselesaikan Bagnaia bersama tim.

Di MotoGP San Marino, Bagnaia kembali gagal menyelesaikan balapan setelah mengalami kecelakaan. Hasil tersebut membuat posisinya semakin merosot dalam klasemen.

Bagnaia kini berada di peringkat kesembilan dengan 143 poin, tertinggal dari Alex Márquez yang menempati posisi kedelapan. Alex sebelumnya sempat absen dalam tiga seri karena cedera.

“Di Misano, tidak mudah mengakhiri akhir pekan dengan kecelakaan di hadapan para penggemar, tetapi kami harus terus bekerja sama dengan tim,” kata Bagnaia.

Pembalap Italia itu masih melihat Red Bull Ring sebagai tempat yang memberikan peluang untuk bangkit. Menurutnya, Ducati secara historis mampu tampil kuat di sirkuit tersebut dan ia juga pernah meraih hasil bagus di sana.

“Austria adalah lintasan di mana secara historis Ducati selalu berhasil tampil unggul dan tempat saya meraih hasil-hasil hebat di masa lalu. Kami tidak akan menyerah dan akan terus berjuang keras untuk kembali ke barisan depan,” ujarnya.

Dua Misi Berbeda Ducati Lenovo

GP Austria akan menghadirkan dua misi berbeda bagi Ducati Lenovo. Marc memiliki kesempatan mempertahankan posisi teratas sekaligus memperbesar jarak dengan Martín. Meski unggul di klasemen, Marc dan Martín sebenarnya masih mengumpulkan jumlah poin yang sama sehingga setiap hasil di Red Bull Ring dapat mengubah kembali posisi teratas.

Sementara itu, Bagnaia membutuhkan hasil positif untuk menghentikan tren buruknya. Satu poin dari enam balapan terakhir membuat perolehan poinnya tertinggal cukup jauh dari persaingan papan atas.

Bagi Marc, Austria menjadi kesempatan meneruskan momentum dari Misano. Bagi Bagnaia, akhir pekan di Red Bull Ring menjadi kesempatan untuk menemukan kembali cengkeraman, rasa percaya diri, dan hasil yang selama ini belum didapatkan bersama GP26.

Persaingan tersebut akan menjadi salah satu perhatian utama ketika MotoGP 2026 memasuki seri Austria akhir pekan ini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Jumali

Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Jogja News Jogja Politan Jogja Ball Jogja Otote Klik News Makassar news