DLH Makassar Ajak Warga Olah Sampah Organik dari Rumah

15 hours ago 6
DLH Makassar Ajak Warga Olah Sampah Organik dari Rumah Pejabat Pengawas Lingkungan Hidup Ahli Muda DLH Kota Makassar, Dr. Sandra Wulan (Dok: Sinta KabaraMakassar).

KabarMakassar.com – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Makassar terus memperkuat edukasi pengelolaan sampah dari sumbernya. Masyarakat didorong mengolah sampah organik secara mandiri di rumah tanpa harus bergantung pada komposter berukuran besar.

Hal itu disampaikan Pejabat Pengawas Lingkungan Hidup Ahli Muda DLH Kota Makassar, Dr. Sandra Wulan, dalam kegiatan Coffee Morning bertajuk “Pilah Sampah Mulai dari Rumah, Aksi Nyata Menuju Kota Makassar yang Mulia, Bersih dan Berkelanjutan” yang digelar di Nordu Coffee Makassar, Rabu (5/8).

Sandra menjelaskan, masih banyak masyarakat yang beranggapan pengolahan sampah organik harus menggunakan komposter besar. Padahal, terdapat berbagai metode sederhana yang bisa diterapkan sesuai kondisi rumah.

“Pengolahan sampah organik tidak harus memakai komposter yang besar. Kalau lahannya terbatas bisa menggunakan biopori, membuat pupuk cair dengan ember bertumpuk, atau metode jugjugan, yaitu lubang di tanah yang diisi sampah organik dan ditutup daun kering secara berlapis,” katanya.

Menurutnya, metode-metode tersebut lebih mudah diterapkan masyarakat sehingga tidak ada alasan untuk tidak mulai mengolah sampah organik dari rumah.

Sandra mengungkapkan, DLH Makassar sebenarnya telah melakukan sosialisasi secara berkelanjutan. Pada tahun lalu, program Makassar Go to School menjangkau lebih dari 150 sekolah mulai tingkat TK hingga SMK untuk mengenalkan pentingnya pemilahan sampah sejak dini.

“Kalau sosialisasi sebenarnya sudah berjalan, termasuk di sekolah-sekolah. Namun kami melihat respons masyarakat masih perlu ditingkatkan sehingga edukasi akan terus kami perluas,” ujarnya.

Untuk mendukung kebijakan pemilahan sampah yang mulai diterapkan sejak 1 Agustus 2026, DLH juga telah memberikan pembekalan kepada petugas kebersihan di 15 kecamatan. Selanjutnya, sosialisasi akan diperluas hingga tingkat kelurahan, RT, dan RW agar informasi dapat menjangkau masyarakat secara langsung.

Selain edukasi, DLH juga mendorong penguatan infrastruktur pengelolaan sampah. Saat ini Kota Makassar memiliki 12 Tempat Pengolahan Sampah Reduce-Reuse-Recycle (TPS 3R), dengan tiga di antaranya berada di Kecamatan Biringkanaya.

Sandra mengatakan, keberadaan TPS 3R belum merata sehingga masyarakat di wilayah yang belum memiliki fasilitas tersebut diharapkan dapat mengolah sampah organik secara mandiri.

“Kami juga terus mendorong pembentukan bank sampah dan TPS 3R. Bahkan sudah ada surat edaran wali kota sejak 2025 yang menargetkan setiap kelurahan memiliki TPS 3R dan setiap RT/RW memiliki bank sampah agar pengelolaan sampah semakin mudah,” jelasnya.

Ia menambahkan, teknologi pengolahan seperti Teba juga telah diperkenalkan di berbagai wilayah. Namun, menurutnya, keterlibatan masyarakat mengolah sampah dari rumah tetap menjadi kunci utama dalam mengurangi volume sampah yang dikirim ke TPA.

“Yang paling penting adalah bagaimana masyarakat mulai mengolah sampah organiknya sendiri. Semakin banyak yang melakukannya, semakin sedikit sampah yang harus dibawa ke tempat pembuangan akhir,” tukas Sandra.

Loading

Navigasi pos

Read Entire Article
Jogja News Jogja Politan Jogja Ball Jogja Otote Klik News Makassar news