Ditreskrimsus Polda Sumbar Intensifkan Pencegahan PETI di Sejumlah Daerah

2 hours ago 2

KLIKPOSITIF- Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Sumbar terus menggencarkan upaya pencegahan aktivitas pertambangan emas tanpa izin (PETI) di sejumlah wilayah di Sumatera Barat. Langkah tersebut dilakukan mulai dari pengawasan distribusi bahan bakar minyak (BBM) subsidi di SPBU hingga penertiban langsung ke lokasi tambang ilegal.

Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Sumbar, AKBP Andry Kurniawan mengatakan, penanganan PETI dilakukan dari hilir hingga hulu guna memutus rantai aktivitas tambang ilegal yang masih berlangsung di beberapa daerah.

“Kita melakukan pencegahan mulai dari hilir sampai ke hulunya. Salah satunya melalui sidak di sejumlah SPBU yang diduga menjadi jalur distribusi BBM subsidi ke lokasi PETI, hingga mendatangi langsung lokasi-lokasi tambang ilegal yang ada di Sumbar,” ungkapnya.

Menurut Andry, pengawasan distribusi BBM subsidi menjadi salah satu fokus utama karena bahan bakar tersebut diduga kerap digunakan untuk operasional tambang ilegal. Untuk itu, pihaknya juga menggandeng sejumlah instansi terkait dalam melakukan pengawasan di lapangan.

Ia menegaskan, seluruh satuan wilayah jajaran Polda Sumbar telah diinstruksikan melakukan kegiatan imbangan dalam upaya pencegahan PETI di daerah masing-masing.

“Saya sudah menginstruksikan seluruh satwil agar melakukan kegiatan imbangan mencegah adanya aksi PETI ini. Bagi satwil yang tidak serius melakukan tindakan ini akan kita evaluasi,” tegasnya.

Baca Juga

Sidak dipimpin, Kombes Pol Andry Kurniawan bersama Kepala Dinas ESDM Sumbar, Helmi Heriyanto, Senin (25/5/2026)

Foto saat warga mencari korban tertimbun longsor di lokasi PETI di Sijunjung, Kamis (14/5/2026.

Selain penertiban, petugas di lapangan juga mengambil tindakan terhadap berbagai peralatan tambang yang ditemukan di lokasi PETI. Langkah itu dilakukan agar alat-alat tersebut tidak kembali digunakan oleh pelaku.

“Alat-alat tambang yang ditemukan di lokasi sengaja dibakar petugas supaya tidak bisa lagi digunakan pelaku untuk melakukan aktivitas tambang ilegal,” terangnya.

Meski demikian, Andry mengakui petugas masih menghadapi sejumlah kendala saat melakukan penertiban di lokasi tambang ilegal. Saat tim tiba di lokasi, para pelaku kerap sudah lebih dahulu meninggalkan area tambang.

“Kebanyakan pelaku tambang sudah tidak ada di lokasi. Petugas hanya menemukan alat-alat tambang yang sengaja ditinggalkan pemiliknya,” jelasnya.

Ia menduga informasi kedatangan petugas lebih dahulu diketahui para pelaku karena akses menuju lokasi tambang membutuhkan waktu tempuh cukup lama. Kondisi itu dimanfaatkan pelaku untuk melarikan diri sebelum petugas tiba.

“Diduga mereka sudah mengetahui kedatangan petugas. Karena saat menuju lokasi membutuhkan estimasi waktu yang cukup lama dan itu dimanfaatkan pelaku untuk meninggalkan lokasi,” katanya.

Andry menambahkan, pihaknya akan terus memonitor kegiatan pencegahan PETI yang dilakukan seluruh satwil di Sumbar agar penanganan tambang ilegal berjalan maksimal dan berkelanjutan.

“Kita akan terus memonitor kegiatan satwil dalam pencegahan PETI di Sumbar. Ini menjadi perhatian serius dan harus dilakukan secara konsisten,” ujarnya.

Read Entire Article
Jogja News Jogja Politan Jogja Ball Jogja Otote Klik News Makassar news