Dilantik Jadi Menkeu, Suahasil Tekankan APBN Harus Sehat dan Kredibel

7 hours ago 5

Newswire

Newswire Senin, 14 September 2026 18:17 WIB

Dilantik Jadi Menkeu, Suahasil Tekankan APBN Harus Sehat dan Kredibel

Menteri Keuangan (Menkeu) Suahasil Nazara memberikan keterangan media di Istana Negara, Jakarta, Senin (14/9/2026)./Antara-Maria Cicilia Galuh

Harianjogja.com, JAKARTA—Menteri Keuangan Suahasil Nazara menegaskan efisiensi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) bukan sekadar memangkas belanja. Menurut dia, efisiensi harus diarahkan agar setiap anggaran yang tersedia mampu menghasilkan manfaat maksimal bagi masyarakat.

"Efisiensi itu bukan hanya sekadar potong belanja. Efisiensi itu adalah menggunakan belanja yang ada untuk menghasilkan output yang maksimal, yang output yang kemudian bermanfaat bagi masyarakat," kata Suahasil usai dilantik sebagai Menteri Keuangan di Istana Negara, Jakarta, Senin (14/9/2026).

Suahasil dilantik Presiden Prabowo Subianto sebagai Menteri Keuangan menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa. Pelantikan tersebut berlangsung di Istana Negara, Jakarta, Senin.

Pengangkatan Suahasil ditetapkan melalui Keputusan Presiden Nomor 97P Tahun 2026 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Menteri Keuangan Kabinet Merah Putih Sisa Jabatan 2024–2029 yang ditetapkan Presiden Prabowo Subianto pada 14 September 2026.

Arahan Prabowo soal Kesehatan APBN

Setelah dilantik, Suahasil mengatakan mendapat arahan khusus dari Presiden Prabowo Subianto untuk menjaga kesehatan dan kredibilitas keuangan negara, terutama APBN.

"Arahan khusus dari Bapak Presiden adalah untuk menjaga keuangan negara. Artinya menjaga kesehatannya, menjaga kredibilitas dari keuangan negara tersebut," kata Suahasil.

Dia menjelaskan APBN sebagai bagian dari keuangan negara harus tetap sehat agar dapat membiayai sekaligus menjalankan berbagai program prioritas pemerintah.

Tidak hanya kesehatan anggaran, Suahasil juga menekankan pentingnya kredibilitas APBN. Anggaran negara, menurut dia, harus tetap dapat dipercaya.

"APBN sebagai bagian dari keuangan negara harus bisa menjalankan program-program prioritas pemerintah, karena itu APBN-nya itu harus sehat. Selain APBN-nya harus sehat, dia juga harus kredibel. APBN itu harus dapat dipercaya," ujarnya.

Efisiensi APBN Harus Beri Manfaat

Suahasil mengatakan efisiensi merupakan bagian dari pengelolaan APBN secara menyeluruh. Pengelolaan tersebut mencakup penerimaan, belanja, hingga pembiayaan.

Karena itu, efisiensi belanja tidak semestinya dimaknai hanya sebagai pemotongan anggaran. Pengelolaan belanja harus dilakukan secara tepat sasaran sehingga menghasilkan manfaat nyata bagi masyarakat.

Suahasil juga menegaskan APBN harus terus dijaga agar tetap sehat dan kredibel dalam mendukung agenda pembangunan nasional.

Dalam pengelolaan keuangan negara, dia menggarisbawahi komitmen pemerintah untuk menjaga defisit anggaran tetap berada di bawah batas tiga persen terhadap produk domestik bruto (PDB).

Suahasil Pelajari Keputusan Kementerian Keuangan

Terkait kepemimpinannya di Kementerian Keuangan, Suahasil mengatakan akan mempelajari dan menindaklanjuti berbagai keputusan kementerian.

Hal itu termasuk keputusan terkait penataan jabatan struktural di lingkungan internal Kementerian Keuangan. Meski terjadi pergantian kepemimpinan, dia memastikan kegiatan operasional kementerian tetap berjalan.

Suahasil bukan orang baru di lingkungan Kementerian Keuangan. Sebelum dilantik sebagai Menteri Keuangan, dia menjabat Wakil Menteri Keuangan sejak Oktober 2019.

Jabatan tersebut tetap diembannya setelah terjadi pergantian pemerintahan pada Oktober 2024. Kini, Suahasil dipercaya Presiden Prabowo Subianto untuk memimpin Kementerian Keuangan menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Yudhi Kusdiyanto

Yudhi Kusdiyanto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Jogja News Jogja Politan Jogja Ball Jogja Otote Klik News Makassar news