Jasa Marga dan Kepolisian resmi memberlakukan contraflow di Tol Jakarta-Cikampek KM 70-47 arah Jakarta mulai Sabtu sore guna urai kepadatan. - Antara.
Harianjogja.com, JAKARTA—PT Jasamarga Transjawa Tol (JTT) bersama jajaran Kepolisian resmi memberlakukan rekayasa lalu lintas berupa contraflow di ruas Tol Jakarta-Cikampek guna mengurai kepadatan kendaraan pada momentum arus balik Lebaran, Sabtu (28/3/2026).
Langkah strategis ini mulai dioperasikan tepat pukul 15.48 WIB dengan mengambil titik awal di KM 70 hingga KM 47 yang mengarah langsung ke Jakarta. Penerapan sistem lawan arus ini menjadi respons cepat otoritas jalan tol terhadap lonjakan volume kendaraan yang mulai memadati jalur utama Trans Jawa menuju ibu kota pada sore hari ini.
Vice President Corporate Secretary & Legal PT Jasamarga Transjawa Tol, Ria Marlinda Paallo, menjelaskan bahwa kebijakan ini diambil sepenuhnya berdasarkan diskresi kepolisian setelah memantau perkembangan situasi di lapangan.
Melalui keterangan resminya di Karawang, Jawa Barat, Ria menegaskan bahwa contraflow ini merupakan bagian dari skema besar pengaturan lalu lintas untuk mendukung kelancaran one way lokal yang masih berlangsung dari KM 263 hingga KM 70.
"Pemberlakuan contraflow dari KM 47 hingga KM 70 arah Jakarta dilakukan sebagai upaya menjaga kelancaran arus kendaraan serta mendukung efektivitas jalur satu arah," ungkapnya.
Pengaturan lalu lintas ini bersifat dinamis dan situasional, di mana pihak JTT terus melakukan koordinasi intensif dengan pihak berwenang untuk memastikan keselamatan seluruh pengguna jalan tetap terjaga.
Selain memecah penumpukan di titik-titik krusial, rekayasa ini bertujuan untuk menjaga rasio volume kendaraan tetap seimbang sehingga risiko kemacetan total dapat diminimalisir sedini mungkin.
Tim gabungan di lapangan juga dikerahkan untuk melakukan pemantauan visual dan teknis guna memastikan setiap lajur cadangan yang digunakan berfungsi secara optimal dan aman bagi pengendara.
Pihak Jasa Marga juga mengingatkan para pemudik untuk tetap waspada dan mengedepankan aspek keselamatan berkendara di tengah penerapan rekayasa lalu lintas yang cukup kompleks ini. Para pengemudi diwajibkan untuk menjaga jarak aman antar-kendaraan, mematuhi rambu-rambu petunjuk khusus contraflow, serta selalu mengikuti instruksi petugas yang berjaga di sepanjang jalur.
"Kami mengimbau pengguna jalan untuk memastikan kondisi fisik pengemudi maupun kendaraan dalam keadaan prima sebelum memasuki ruas tol demi menghindari kendala di tengah perjalanan," tambah Ria.
Selain faktor teknis kendaraan, para pelaku perjalanan arus balik juga diminta untuk mengantisipasi potensi perubahan cuaca yang kerap terjadi secara mendadak di wilayah Jawa Barat.
Pastikan saldo uang elektronik mencukupi untuk menghindari antrean di gerbang tol serta siapkan perbekalan yang memadai agar perjalanan tetap nyaman tanpa harus sering berhenti di bahu jalan.
Rencanakan waktu perjalanan dengan bijak dan terus pantau informasi terkini melalui kanal resmi Jasa Marga agar dapat menghindari titik kepadatan tertinggi selama periode puncak arus balik tahun ini.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara

5 hours ago
6















































