Ilustrasi nelayan. Foto dibuat oleh AI - Freepik
Harianjogja.com, BANTUL—Tim SAR gabungan mengerahkan personel besar-besaran untuk menyisir kawasan muara Sungai Opak, Tirtohargo, Kapanewon Kretek, Kabupaten Bantul, menyusul laporan hilangnya seorang nelayan lokal pada Sabtu (28/3/2026).
Korban diidentifikasi bernama Yunanto (30), warga Muneng, Tirtohargo, yang diduga kuat mengalami kecelakaan air saat tengah menjaring ikan di kawasan perairan tersebut.
Hingga Sabtu sore, upaya pencarian intensif masih terus dilakukan di tengah kondisi cuaca mendung yang menyelimuti wilayah pesisir selatan Bantul.
Kronologi kejadian bermula ketika korban berpamitan kepada pihak keluarga untuk berangkat menjaring ikan sekitar pukul 02.00 WIB dini hari. Kekhawatiran mulai muncul saat Yunanto tak kunjung kembali ke rumah hingga pukul 12.00 WIB siang, sehingga keluarga memutuskan untuk melakukan penyisiran mandiri.
Pencarian awal tersebut membuahkan hasil berupa penemuan sepeda motor milik korban yang masih terparkir rapi dalam kondisi terkunci setang di area hutan mangrove, namun keberadaan Yunanto tetap tidak diketahui.
Titik terang mengenai dugaan kecelakaan air ini diperkuat oleh kesaksian Diman Gondrong (56), warga Potorono, Banguntapan, yang sedang mencari sampah di sekitar lokasi. Sekitar pukul 05.00 WIB, saksi menemukan sebuah getek atau rakit kayu milik korban dalam kondisi terbalik dan mengalami kerusakan parah di area muara.
"Saksi kemudian mengevakuasi getek tersebut ke tepian. Temuan ini menguatkan indikasi bahwa korban tenggelam saat beraktivitas di perairan," jelas Humas Basarnas Jogja, Pipit Eriyanto.
Merespons laporan tersebut, tim gabungan yang terdiri dari Polairud Kuwaru, Satgas Jogo Segoro, hingga SAR Linmas Wilayah IV langsung diterjunkan ke lokasi kejadian perkara (TKP).
Tim SAR melakukan penyisiran visual di sepanjang bibir muara hingga ke tengah perairan menggunakan perahu karet, sembari memantau arus sungai yang bermuara ke Samudra Hindia. Meskipun personel telah berupaya maksimal, tantangan berupa jarak pandang dan arus bawah air membuat proses evakuasi pada hari pertama ini belum membuahkan hasil.
Pihak Basarnas memastikan bahwa operasi pencarian akan tetap berlanjut pada hari berikutnya dengan memperluas radius penyisiran hingga ke zona perairan laut jika diperlukan.
Keluarga dan warga sekitar masih terus menunggu di posko darurat dengan harapan korban segera ditemukan. Masyarakat diimbau untuk selalu waspada saat beraktivitas di kawasan muara, mengingat kondisi cuaca yang fluktuatif dapat memicu perubahan arus sungai secara mendadak yang membahayakan keselamatan para nelayan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

5 hours ago
2















































