KLIKPOSITIF- PT Pertamina (Persero) akan memperketat pengawasan penyaluran Bahan Bakar Minyak (BBM) di seluruh Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Sumatera Barat guna memastikan ketersediaan pasokan tetap aman.
Hal tersebut disampaikan Area Manager Communication, Relations & CSR Regional Sumbagut melalui keterangan resmi, Selasa (21/4/2026), menyusul kenaikan harga sejumlah BBM non-subsidi.
“Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut memperkuat pengawasan dan menjaga ketahanan stok BBM di wilayah Sumbagut,” ungkapnya.
Ia menjelaskan, pengawasan dan monitoring di seluruh SPBU dilakukan untuk memastikan penyaluran BBM berjalan sesuai ketentuan yang berlaku.
Menurutnya, Pertamina Patra Niaga melaksanakan kebijakan penyaluran BBM mengacu pada aturan pemerintah, termasuk Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Nomor 245.K/MG.01/MEM.M/2022.
“Aturan tersebut mengatur penyaluran BBM subsidi agar tepat sasaran, serta penetapan harga BBM non-subsidi berdasarkan mekanisme yang berlaku,” jelasnya.
Ia menegaskan, Pertamina tidak akan mentolerir segala bentuk penyimpangan dalam penyaluran BBM subsidi. Jika ditemukan pelanggaran, baik oleh SPBU maupun operator, akan diberikan sanksi tegas sesuai ketentuan dan perjanjian kerja sama.
“Langkah ini juga sebagai upaya pencegahan terhadap potensi penyelewengan di lapangan, sekaligus memperkuat koordinasi dengan aparat penegak hukum,” tambahnya.
Di sisi lain, Pertamina juga terus melakukan penguatan stok (build up stock) di berbagai titik strategis guna menjaga ketahanan pasokan, sehingga kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi.
Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut berkomitmen menjaga ketersediaan dan kelancaran distribusi energi secara aman, tepat sasaran, dan berkelanjutan di seluruh wilayah Sumbagut.
Diketahui, Pertamina resmi menaikkan harga sejumlah BBM non-subsidi sejak 18 April 2026. Pertamax Turbo (RON 98) naik menjadi Rp19.400 per liter dari sebelumnya Rp13.100 per liter.
Dexlite menjadi Rp23.600 per liter dari Rp14.200 per liter, dan Pertamina Dex naik menjadi Rp23.900 per liter dari sebelumnya Rp14.500 per liter.

4 hours ago
5


















































