Bulog: Stok Beras Tembus 5 Juta Ton Bukti Swasembada, Sumbar Optimalkan Serapan Panen

5 hours ago 2

Hayati Sumbar

KLIKPOSITIF – Stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang dikelola Perum Bulog resmi menembus angka 5.000.198 ton. Capaian ini ditegaskan sebagai bukti nyata keberhasilan swasembada pangan nasional di tengah berbagai tantangan global.

Direktur Utama Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, menyampaikan hal tersebut saat meninjau gudang Bulog di Karawang, Jawa Barat, bersama Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, Kamis (23/4/2026).

Menurut Rizal, seluruh fasilitas penyimpanan Bulog, baik gudang milik sendiri maupun mitra, saat ini dalam kondisi penuh oleh beras hasil produksi petani dalam negeri. Hal ini menjadi indikator kuat meningkatnya produktivitas sektor pertanian nasional.

“Gudang Bulog saat ini penuh oleh beras produksi petani. Ini menunjukkan Indonesia benar-benar dalam kondisi swasembada pangan,” ujarnya.

Ia menambahkan, melimpahnya stok beras tidak hanya mencerminkan keberhasilan produksi, tetapi juga efektivitas kebijakan pemerintah dalam menjaga ketersediaan pangan. Untuk menjamin transparansi, Bulog bahkan membuka akses bagi masyarakat yang ingin melihat langsung kondisi gudang.

Capaian ini merupakan tonggak sejarah baru, di mana untuk pertama kalinya stok beras pemerintah menembus angka 5 juta ton. Dengan dukungan lebih dari 1.500 gudang milik sendiri dan sekitar 1.200 gudang mitra di seluruh Indonesia, Bulog dinilai mampu menjaga distribusi beras secara merata dan efisien.

Rizal menegaskan bahwa cadangan besar ini menjadi fondasi penting dalam menghadapi berbagai risiko ke depan, termasuk dinamika geopolitik global dan ancaman kekeringan akibat fenomena El Nino. Selain menjaga stabilitas harga, Bulog juga berperan sebagai instrumen strategis dalam menjamin pasokan pangan dan mendukung program bantuan pemerintah.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman turut mengapresiasi capaian tersebut. Ia menyebut keberhasilan ini merupakan hasil kerja kolektif lintas sektor, mulai dari penyerapan gabah petani hingga penguatan infrastruktur pangan nasional.

“Terima kasih kepada Bulog yang telah bekerja keras hingga stok beras pemerintah mencapai 5 juta ton,” ujarnya.

Sementara itu di Sumatera Barat, menyatakan kesiapan penuh menghadapi puncak panen raya yang diprediksi berlangsung pada akhir April hingga Mei 2026.

Pimpinan Wilayah Bulog Sumbar, R. Darma Wijaya, mengatakan bahwa berbagai persiapan telah dilakukan sejak awal tahun melalui koordinasi dengan pemerintah daerah dan kelompok tani.

“Hingga saat ini, harga gabah di tingkat petani masih berada di angka Rp6.500 per kilogram untuk Gabah Kering Panen,” ujarnya.

Harga tersebut dinilai cukup menguntungkan bagi petani dan mampu menjaga semangat produksi selama musim panen. Hingga kini, realisasi penyerapan gabah oleh Bulog Sumbar telah mencapai sekitar 52 persen atau setara 2.600 ton.

Bulog Sumbar optimistis target penyerapan dapat tercapai hingga akhir tahun, didukung oleh masih panjangnya waktu penyerapan serta potensi panen di sejumlah wilayah sentra produksi.

Fokus penyerapan diarahkan ke daerah lumbung padi utama seperti Kabupaten Pesisir Selatan, Kabupaten Pasaman, dan Kabupaten Dharmasraya.

Di wilayah tersebut, Bulog memastikan kesiapan infrastruktur, termasuk gudang penyimpanan dan jaringan distribusi, agar hasil panen petani dapat terserap dengan cepat tanpa kendala.

Selain itu, Bulog juga terus menjaga stabilitas harga agar tetap menguntungkan petani sekaligus terjangkau bagi masyarakat. Langkah ini menjadi bagian dari upaya menjaga ketahanan pangan, baik di tingkat daerah maupun nasional.

Dengan berbagai kesiapan tersebut, Bulog Sumatera Barat diharapkan mampu mengoptimalkan momentum panen raya tahun ini sekaligus memperkuat ketersediaan stok beras di pasaran.

Read Entire Article
Jogja News Jogja Politan Jogja Ball Jogja Otote Klik News Makassar news