BEDAH BUKU DPAD DIY: Dorong Lahirnya Pengusaha Muda lewat Buku

8 hours ago 4

 Dorong Lahirnya Pengusaha Muda lewat Buku Para narasumber bedah buku berfoto bersama para peserta di Aula Kantor Kalurahan Nomporejo, Rabu (1/4/2026). Harian Jogja - Khairul Ma’arif

KULONPROGO—Bersama DPRD DIY, Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) DIY kembali menggelar bedah buku untuk meningkatkan kualitas literasi masyarakat. Kali ini bedah buku digelar di aula Kantor Kalurahan Nomporejo, Kapanewon Galur, Kulonprogo, Rabu (1/4).

Selain meningkatkan kualitas literasi, bedah buku yang dihadiri puluhan masyarakat tersebut juga dimaksudkan untuk mendorong jiwa kewirausahaan, khususnya bagi generasi muda.

Adapun buku yang dibedah kali ini adalah buku berjudul Menyiapkan dan Menumbuhkan Jiwa Enterpreneur pada Anak yang ditulis oleh Sri Yatmi.

Pustakawan Ahli Utama DPAD DIY, Budiyono berharap masyarakat yang hadir dalam kegiatan bedah buku tersebut dapat mendapatkan banyak manfaat dari buku yang dibedah. "Karena selain meningkatkan minat baca kami mencoba untuk menghadirkan jiwa enterpreneur sejak dini," katanya, Rabu (1/4).
Sementara itu, anggota DPRD DIY, Muh Ajrudin Akbar menambahkan, pentingnya jiwa kewirausahaan sejak dini.

Dia menceritakan bahwa sejak dini dia sudah menjalankan berbagai jenis wirausaha, mulai dari peternakan ayam, burung puyuh, persewaan komputer, pedagang keliling, hingga usaha percetakan. Usaha-usaha tersebut dilakoninya secara bergantian sejak 1997-2008 silam.
"Jangan sampai hanya menjadi kaum rebahan yang tidak produktif tanpa penghasilan. Bedah buku ini bekal bagi masyarakat untuk mempersiapkan anak-anaknya dapat diarahkan menjadi kewirausahaan," ujar dia.

Ajrudin menegaskan, bedah buku dengan tema kewirausahaan diharapkan bisa mencetak lebih banyak pengusaha-pengusaha muda dan kreatif di DIY.

Menurutnya, sebagai Kota Pelajar, Kota Budaya, dan Kota Pariwisata, DIY seharusnya dapat memaksimalkan semua potensinya sehingga menjadi tuan rumah di wilayah sendiri.

Literasi Keuangan Dasar

Dalam kesempatan tersebut, hadir pula seorang wirausahawan, Rohadi agar peserta bedah buku dapat mengetahui secara konkret dunia usaha. Menurutnya, inti dari enterpreneur adalah berjualan atau berdagang. Rohadi menyampaikan, jiwa enterpreneur penting karena dapat membuka peluang usaha sehingga bermanfaat untuk orang lain.
"Jiwa enterpreneur harus sejak dini karena dapat menumbuhkan kemandirian dan rasa tanggung jawab," tutur pria yang juga menjabat Direktur CV Mulia Abadi ini.

Jiwa enterpreneur yang ditumbuhkan sejak dini dapat membuat anak memahami tentang literasi keuangan dasar. Terutama kaitannya dengan mengelola keuangan jangan sampai boros dan menghabiskan uang jajan dari orang tua sepenuhnya.
Rohadi mengarahkan, apabila ingin memulai usaha, jangan sampai menghabiskan seluruh dana yang dimiliki sebagai modal. "Kita harus antisipasi gagalnya sehingga apabila memiliki modal usaha Rp1 juta sebaiknya untuk modal usaha maksimal Rp300.000. Kalau sekarang, modal Rp300.000 sudah bisa untuk banyak jenis usaha," ujar dia.

Selain itu, target pasar harus dipetakan. Rohadi meminta agar selalu kreatif dalam menjadi wirausahawan. "Jangan sampai salah market agar mudah laku. Menjadi enterpreneur harus berani mengambil risiko yang terukur," ujar dia. (ADV)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Read Entire Article
Jogja News Jogja Politan Jogja Ball Jogja Otote Klik News Makassar news