Foto ilustrasi banjir bandang, dibuat menggunakan Artifical Intelligence / Freepik
Harianjogja.com, KABUL— Bencana banjir dan tanah longsor yang melanda Afghanistan dalam sepekan terakhir menimbulkan kerusakan besar, dengan ratusan rumah warga hancur dan lahan pertanian tersapu air di berbagai wilayah.
Data dari ANDMA mencatat sedikitnya 42 orang meninggal dunia dan lebih dari 60 lainnya mengalami luka-luka akibat cuaca ekstrem yang terjadi sejak akhir Maret 2026.
Sebaran korban jiwa terjadi di banyak provinsi. Dalam periode 25 hingga 30 Maret, sebanyak 28 orang dilaporkan tewas di wilayah Kabul, Kapisa, Parwan, Panjshir, Bamyan, Daykundi, Paktia, Paktika, Logar, hingga Zabol.
Korban luka juga tersebar di berbagai daerah lain seperti Kandahar, Helmand, Herat, Ghor, Balkh, Badghis, Samangan, Sari-Pul, Baghlan, Takhar, Jawzjan, Faryab, Badakhshan, Nangarhar, hingga Laghman. Total sedikitnya 49 warga dilaporkan mengalami luka akibat tertimpa longsor maupun terseret arus banjir.
Juru bicara ANDMA, Mohammad Youssef Hammad, menyebut pada 31 Maret saja terdapat tambahan 14 korban tewas dan 17 orang terluka akibat hujan deras yang memicu bencana susulan.
Kerusakan material juga meluas. Sedikitnya 476 rumah warga dilaporkan rusak, dengan sebagian besar dalam kondisi hancur total sehingga memaksa penghuni mengungsi.
Sektor pertanian turut terdampak parah. Hampir 500 hektare lahan produktif dilaporkan hanyut, mengancam sumber penghidupan masyarakat setempat.
Selain itu, 16 toko, 23 sumur air, serta sejumlah jaringan pasokan air dilaporkan ikut rusak akibat terjangan banjir dan longsor.
Hingga kini, pemerintah setempat masih berupaya membersihkan material longsor dan menyalurkan bantuan logistik kepada warga terdampak, meski kondisi cuaca dilaporkan masih fluktuatif.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

6 hours ago
4

















































