Jumali Rabu, 23 September 2026 17:27 WIB

Logo Volkswagen/Ist-Car Logos
Harianjogja.com, JOGJA—Volkswagen Group of America menarik kembali 208.724 unit kendaraan karena masalah pada baut yang mengikat rak kemudi ke subframe. Komponen tersebut berpotensi mengalami korosi dan patah sehingga dapat menyebabkan kerusakan pada rumah rak kemudi serta meningkatkan risiko kehilangan kendali.
Autoblog melaporkan, recall dengan nomor kampanye 26V590 itu mencakup tiga model, yakni Volkswagen Tiguan produksi 2018, Volkswagen Atlas produksi 2018-2019, serta Audi Q3 produksi 2019-2021. Data NHTSA menyebutkan sekitar 1% dari seluruh kendaraan yang masuk dalam kampanye diperkirakan benar-benar memiliki cacat tersebut.
Masalah bermula ketika kelembapan mencapai area baut pemasangan rak kemudi sisi kanan. Dalam kondisi tertentu, paparan tersebut dapat memicu korosi hingga bagian kepala baut patah.
Jika baut tersebut putus, rak kemudi akan kehilangan salah satu titik pemasangannya. Beban pada rak kemudian dapat menyebabkan rumah rak kemudi mengalami kerusakan. NHTSA menyebut kondisi tersebut berpotensi mengakibatkan hilangnya kendali kemudi dan meningkatkan risiko kecelakaan.
Tiga Model Volkswagen dan Audi Terdampak
Dari 208.724 kendaraan yang masuk dalam kampanye recall, Volkswagen Tiguan 2018 menjadi model dengan jumlah unit terbanyak, yakni 85.713 kendaraan. Unit yang terdampak diproduksi antara 22 Maret 2017 hingga 18 Juni 2018.
Berikutnya terdapat Volkswagen Atlas model 2018-2019 sebanyak 82.601 unit. Kendaraan yang masuk dalam daftar tersebut diproduksi mulai 30 November 2016 hingga 22 September 2018.
Sementara itu, Audi Q3 model 2019-2021 menyumbang 40.410 unit. Kendaraan terdampak diproduksi antara 21 Mei 2019 hingga 16 Juli 2021.
Suara Berderak Bisa Jadi Tanda Awal
Volkswagen menyebut pemilik kendaraan mungkin mendengar suara berderak atau ketukan yang tidak biasa dari bagian depan kendaraan sebelum terjadi kegagalan pada pemasangan rak kemudi.
Potensi kerusakan juga lebih mungkin terjadi ketika sistem kemudi menerima beban tinggi. Salah satu kondisi yang disebut dalam laporan adalah saat kendaraan melakukan manuver pada kecepatan rendah, termasuk ketika parkir.
Artinya, kendaraan yang tidak menunjukkan gejala tersebut tetap termasuk dalam kampanye recall apabila nomor identifikasinya masuk daftar terdampak. Pemilik tidak perlu menunggu munculnya suara atau gangguan kemudi untuk melakukan pemeriksaan.
Investigasi Berlangsung Sejak 2024
Persoalan ini pertama kali dilaporkan kepada Volkswagen pada Oktober 2024 dari wilayah di luar Amerika Utara. Setelah itu, produsen melakukan pemeriksaan kendaraan dan evaluasi teknis.
Laporan serupa kembali diterima pada Agustus 2025. Laporan ketiga kemudian muncul pada Desember 2025. Berdasarkan rangkaian laporan tersebut, Volkswagen memperluas investigasi dan mengevaluasi penyebab serta solusi untuk masalah pada baut rak kemudi.
NHTSA menerima laporan recall Volkswagen pada 11 September 2026. Nomor identifikasi kendaraan atau VIN yang terdampak kemudian dapat dicari melalui situs NHTSA mulai 16 September 2026.
Baut Diganti Gratis
Sebagai langkah perbaikan, dealer Volkswagen akan mengganti baut pemasangan rak kemudi sisi kanan dengan komponen baru secara gratis. Baut pengganti menggunakan lapisan polimer yang dirancang lebih tahan terhadap korosi.
Perbaikan tersebut berlaku bagi seluruh kendaraan yang masuk dalam daftar recall, termasuk unit yang belum menunjukkan gejala.
Surat pemberitahuan kepada pemilik kendaraan dijadwalkan mulai dikirim pada 10 November 2026. Volkswagen mencatat kampanye ini dengan nomor internal 48LG dan 48VT, sedangkan nomor kampanye NHTSA adalah 26V590000.
Pemilik Volkswagen Tiguan, Volkswagen Atlas, atau Audi Q3 yang masuk tahun produksi terkait dapat mengecek status recall berdasarkan VIN melalui layanan resmi NHTSA atau menghubungi dealer untuk memastikan apakah kendaraannya terdampak.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

2 hours ago
2

















































