Asap Bus Trans Jogja Diprotes Warga, Dishub DIY Akui Armada Sudah Uzur

19 hours ago 7

Asap Bus Trans Jogja Diprotes Warga, Dishub DIY Akui Armada Sudah Uzur

Trans Jogja.ist/X/@transjogja

Harianjogja.com, JOGJA— Keluhan masyarakat mengenai kepulan asap hitam dari sejumlah armada Trans Jogja mendapat tanggapan dari Dinas Perhubungan (Dishub) DIY. Instansi tersebut mengakui masih terdapat beberapa bus yang mengeluarkan asap pekat, namun menegaskan kondisi itu tidak terjadi pada seluruh armada yang beroperasi.

Dishub DIY menyebut usia armada menjadi salah satu faktor yang memengaruhi kondisi kendaraan. Saat ini, mayoritas bus Trans Jogja telah beroperasi lebih dari tujuh tahun sehingga membutuhkan perawatan yang lebih intensif.

Sebagian Armada Sudah Uzur

Kepala Bidang Angkutan Dishub DIY, Wulan Sapto Nugroho, mengatakan pihaknya tidak menutup mata terhadap keluhan masyarakat terkait polusi asap dari bus Trans Jogja.

Ia menjelaskan berdasarkan data yang dimiliki Dishub, terdapat sekitar 40 unit bus Isuzu yang menjadi armada tertua dan telah beroperasi lebih dari tujuh tahun.

"Bisa dikatakan kendaraan capek karena beroperasi setiap hari, asapnya pun lebih pekat Ini memang kalau catatan kami yang tertua itu ada sekitar 40 unit ini adalah bus Isuzu," ujarnya.

Wulan menjelaskan proses peremajaan armada Trans Jogja dilakukan secara bertahap dan tidak pernah dilakukan sekaligus.

Pengadaan bus terbaru terakhir dilakukan pada 2023, yakni sebanyak 25 unit bus dan 2 unit bus listrik.

Selain itu, Dishub mencatat terdapat 6 unit bus keluaran 2019, kemudian 28 unit bus Hino berkaroseri Laksana keluaran 2018, serta 29 unit bus Hino berkaroseri Restu Ibu pada tahun yang sama.

Namun, operasional Trans Jogja saat ini masih didominasi 60 unit bus keluaran 2016.

"Artinya usianya kalau 2016 sampai sekarang kan sudah 10 tahun. Jadi ya memang sudah cukup uzur lah gitu. Kalau kami pakai batas yang mudanya itu usia 7 tahun, ya itu hampir 74 persen itu usianya di atas 7 tahun. Yang terbaru hanya 25 bus sama 2 bus listrik, nah hanya itu 2023 yang terbaru," jelasnya.

Dishub Minta Maaf dan Pastikan Perawatan Terus Dilakukan

Atas keluhan tersebut, Wulan menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat. Ia menegaskan Dishub DIY terus meminta operator Trans Jogja melakukan perawatan rutin guna meminimalkan asap pekat yang keluar dari kendaraan.

Menurutnya, memperbaiki kendaraan berusia tua hingga kembali dalam kondisi optimal membutuhkan biaya yang tidak sedikit.

"Walaupun mungkin ya memang berat, karena dengan usia kendaraan seperti itu kalau kita mau memperbaiki sampai kondisi bagus kan tentu biayanya juga mahal kan. Tapi setidaknya kita sudah berusaha," ujarnya.

Dishub DIY juga melakukan pemeriksaan berkala melalui uji kepulan asap (smoke tester) di sejumlah terminal.

Bus yang terbukti menghasilkan emisi melebihi ambang batas akan dikembalikan kepada operator untuk menjalani perbaikan.

Selain faktor usia kendaraan, Wulan menyebut cara pengemudi menginjak pedal gas juga dapat memengaruhi munculnya kepulan asap hitam dari knalpot bus.

Viral di Media Sosial

Sebelumnya, sebuah surat terbuka yang diunggah melalui akun Instagram @merapi_uncover ditujukan kepada PT Trans Jogja, Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) DIY, Dishub DIY, serta instansi terkait.

Dalam unggahan tersebut, warga menyoroti apa yang disebut sebagai standar ganda terkait asap hitam kendaraan. Masyarakat disebut berupaya menjaga kendaraan pribadi tetap ramah lingkungan, sementara sebagian armada Trans Jogja dinilai masih mengeluarkan asap hitam pekat.

Unggahan itu menyebut masih terdapat bus yang perawatannya dinilai kurang optimal sehingga saat pedal gas diinjak, knalpot mengeluarkan jelaga hitam pekat.

"Di pagi hari: Mengotori seragam kerja warga yang sudah rapi dan bersih. Di sore hari: Saat tubuh lelah mendambakan perjalanan pulang yang tenteram, kita justru dicekoki polutan beracun, mengurangi jarak pandang, serta membahayakan kesehatan anak-anak dan lansia yang terpaksa menghirupnya." tulisnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Yudhi Kusdiyanto

Yudhi Kusdiyanto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Jogja News Jogja Politan Jogja Ball Jogja Otote Klik News Makassar news