AS Tak Bahas Selat Hormuz, Perundingan dengan Iran Fokus Program Nuklir

7 hours ago 6

Newswire

Newswire Senin, 14 September 2026 18:27 WIB

AS Tak Bahas Selat Hormuz, Perundingan dengan Iran Fokus Program Nuklir

Foto ilustrasi Iran vs Amerika Serikat. - Freepik

Harianjogja.com, WASHINGTON—Pemerintahan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump disebut akan memfokuskan pembicaraan mendatang dengan Iran pada program nuklir Teheran. Washington disebut tidak akan menjadikan pembukaan kembali pelayaran melalui Selat Hormuz sebagai fokus utama perundingan.

CNN melaporkan hal tersebut dengan mengutip sejumlah sumber. Menurut tiga narasumber, pejabat pemerintahan Trump secara tertutup telah memberi tahu negara-negara Teluk Persia mengenai arah pembicaraan AS-Iran selanjutnya.

Informasi tersebut menyebut Washington ingin pembahasan dengan Teheran diarahkan pada program nuklir Iran, alih-alih membahas pembukaan kembali Selat Hormuz.

Konflik AS-Israel dan Iran

Ketegangan antara Iran dengan AS dan Israel meningkat sejak 28 Februari. Pada tanggal tersebut, AS dan Israel mulai melancarkan serangan terhadap sejumlah sasaran di Iran.

Serangan tersebut kemudian memicu serangan balasan dari pihak Iran. Konflik antara kedua pihak hingga kini masih belum terselesaikan.

Pada pertengahan Juni, Teheran dan Washington sempat menandatangani nota kesepahaman untuk menghentikan permusuhan. Namun, kedua pihak kemudian kembali saling melancarkan serangan.

Eskalasi konflik tersebut turut berdampak pada aktivitas pelayaran di Selat Hormuz. Pelayaran melalui jalur strategis tersebut hampir terhenti akibat konflik yang berlangsung.

Selat Hormuz merupakan jalur pasokan utama bagi pasar global untuk minyak, produk minyak bumi, dan gas alam cair. Gangguan terhadap jalur tersebut kemudian berdampak pada kenaikan harga bahan bakar di sebagian besar negara di dunia.

Oman Tunda Pertemuan Selat Hormuz

Di tengah situasi tersebut, Oman mengumumkan penundaan pertemuan regional yang semula dijadwalkan berlangsung pada Senin di Salalah.

Pertemuan itu sedianya membahas pengaturan rute maritim baru melalui Selat Hormuz. Namun, Kementerian Luar Negeri Oman pada Minggu (13/9) malam menyatakan pertemuan ditunda hingga waktu yang belum ditentukan.

Penundaan dilakukan “untuk membantu menciptakan kondisi yang tepat bagi dialog konstruktif.”

“Demi kepentingan konsensus, pertemuan regional yang dijadwalkan besok di Salalah ditunda,” tulis Menteri Luar Negeri Oman Badr Albusaidi di platform media sosial X.

“Kami tetap berkomitmen mendorong dialog yang mendukung stabilitas dan kerja sama jangka panjang di kawasan kami,” tambahnya.

Albusaidi menyertakan bendera Bahrain, Iran, Irak, Uni Emirat Arab, Oman, Qatar, Arab Saudi, dan Kuwait dalam unggahannya. Hal tersebut menunjukkan negara-negara yang diperkirakan menghadiri pertemuan regional tersebut.

Namun, Albusaidi tidak mengumumkan jadwal baru pertemuan tersebut. Dia juga tidak menjelaskan lebih lanjut alasan penundaan.

Bahrain Tolak Pertemuan dengan Iran

Penundaan pertemuan Oman terjadi sehari setelah Bahrain menolak berpartisipasi dalam pertemuan tingkat menteri regional yang diusulkan dan melibatkan Iran.

Kementerian Luar Negeri Bahrain pada Sabtu (12/9) menyatakan Manama tidak akan mengikuti pertemuan tingkat menteri bersama Iran sebelum hubungan diplomatik kedua negara dipulihkan.

Pernyataan tersebut disampaikan sebagai respons terhadap laporan mengenai rencana pertemuan tingkat menteri yang membahas perkembangan di Selat Hormuz.

Bahrain sendiri merupakan salah satu negara Teluk yang menjadi sasaran Iran dalam konfrontasi dengan AS.

Teheran sebelumnya menargetkan lokasi yang disebutnya berkaitan dengan pasukan AS di Bahrain, termasuk Pangkalan Udara Isa. Serangan tersebut disebut sebagai tindakan balasan atas serangan AS terhadap sejumlah sasaran di Iran.

Dengan perkembangan tersebut, pembicaraan mendatang antara AS dan Iran akan berlangsung di tengah ketegangan yang belum sepenuhnya mereda. Washington disebut ingin menjadikan program nuklir Iran sebagai fokus utama perundingan, sementara persoalan Selat Hormuz tetap menjadi isu penting bagi keamanan jalur energi dan pelayaran di kawasan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Yudhi Kusdiyanto

Yudhi Kusdiyanto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Jogja News Jogja Politan Jogja Ball Jogja Otote Klik News Makassar news