Newswire Jum'at, 28 Agustus 2026 07:37 WIB

Donald Trump - Instagram @realdonaldtrump
Harianjogja.com, JAKARTA—Amerika Serikat (AS) memberi sinyal belum akan melancarkan serangan baru terhadap Iran dalam waktu dekat. Washington disebut memilih mempertahankan tekanan ekonomi hingga pemilihan umum paruh waktu pada awal November 2026, meski opsi militer belum sepenuhnya ditutup.
Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio dalam beberapa hari terakhir disebut telah menyampaikan kepada sejumlah menteri luar negeri negara sekutu bahwa Washington “untuk saat ini” tidak berencana melancarkan serangan baru terhadap Iran.
Informasi tersebut dilaporkan Axios dengan mengutip seorang pejabat AS dan sumber lain yang mengetahui persoalan tersebut.
Alih-alih kembali menggelar operasi militer besar-besaran, pemerintahan Presiden Donald Trump diperkirakan akan meningkatkan tekanan terhadap Teheran melalui berbagai langkah nonmiliter.
Sikap itu menjadi sinyal adanya upaya de-eskalasi setelah konflik AS-Israel dengan Iran sebelumnya meningkatkan ketegangan di Timur Tengah.
Opsi Serangan ke Iran Belum Ditutup
Keputusan untuk tidak segera melancarkan serangan baru bukan berarti Washington menghapus pilihan militer. Seorang pejabat AS mengatakan kepada Axios bahwa Rubio telah menjelaskan AS tidak berencana kembali ke operasi tempur besar-besaran.
Namun, kemungkinan serangan tetap terbuka apabila Iran lebih dulu melakukan serangan.
Dengan kondisi tersebut, kebijakan AS saat ini berada di posisi tengah. Washington tidak segera melancarkan serangan baru, tetapi tetap mempertahankan opsi militer apabila situasi kembali memburuk.
Diplomat AS Mulai Dipulangkan
Indikasi lain mengenai upaya meredakan ketegangan terlihat dari rencana Departemen Luar Negeri AS untuk mengembalikan para diplomat ke sejumlah kedutaan di Timur Tengah.
Sebelumnya, para diplomat tersebut dievakuasi sebelum dan selama perang dengan Iran.
The New York Times, berdasarkan dokumen internal Departemen Luar Negeri, melaporkan pemulangan petugas layanan luar negeri dan pengurangan sejumlah langkah darurat di misi AS di kawasan tersebut bahkan dapat dimulai pada pekan ini.
Selat Hormuz Tetap Jadi Titik Panas
Di tengah sinyal penurunan eskalasi, ketegangan di Selat Hormuz masih berlangsung. Serangan udara AS terhadap Iran memang telah berhenti selama beberapa minggu, tetapi AS dan Iran masih bersaing memperebutkan kendali atas jalur maritim strategis tersebut.
Serangan dari Teheran dan kelompok yang menjadi proksinya terhadap kapal-kapal di kawasan itu juga masih terjadi.
Sementara itu, Angkatan Laut AS disebut telah melakukan operasi pembersihan ranjau di Selat Hormuz. Seorang pejabat AS menilai langkah tersebut sebagai titik penting karena sebagian besar “menetralisir salah satu sumber pengaruh utama Iran”.
Presiden Donald Trump pada Selasa mengatakan seluruh ranjau di perairan internasional Selat Hormuz telah diledakkan atau disingkirkan.
Trump juga memperingatkan Iran agar tidak memasang ranjau baru di jalur tersebut.
Dalam unggahan di Truth Social, Trump mengatakan AS melalui Angkatan Luar Angkasa memantau “setiap inci persegi” Selat Hormuz.
“Kebijakan tanpa toleransi terhadap penempatan ranjau darat berlaku sepenuhnya,” kata Trump.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
Yudhi Kusdiyanto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

4 hours ago
3

















































