KLIKPOSITIF- Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Pemprov Sumbar) mengusulkan penambahan kuota Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi jenis Pertalite untuk mengantisipasi peningkatan konsumsi akibat peralihan pengguna dari Pertamax setelah kenaikan harga BBM nonsubsidi tersebut.
Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sumbar, Helmi Heriyanto, mengatakan usulan penambahan kuota dilakukan guna mencegah terjadinya kekurangan pasokan Pertalite di daerah.
Menurutnya, kenaikan harga Pertamax berpotensi mendorong sebagian masyarakat beralih menggunakan Pertalite sehingga kebutuhan BBM subsidi diperkirakan meningkat.
“Saat ini kami bersama Pertamina sedang membahas penambahan kuota Pertalite untuk tahun 2026. Besaran tambahan yang diusulkan masih dalam tahap kalkulasi, berkisar antara 8 hingga 15 persen,” ungkapnya kepada Katasumbar.
Ia menjelaskan, Sumbar saat ini memperoleh alokasi Pertalite sekitar 704.919 kiloliter. Namun, angka tersebut masih akan dievaluasi kembali dengan mempertimbangkan perkembangan konsumsi pasca-kenaikan harga Pertamax.
Ia menegaskan, Pemprov Sumbar terus berkomunikasi dengan Pertamina terkait kebutuhan tambahan kuota tersebut. Meski demikian, keputusan mengenai penambahan kuota tetap berada pada kewenangan Pertamina dan pemerintah pusat.
“Kami mengantisipasi kemungkinan adanya peralihan pengguna Pertamax ke Pertalite yang tentu akan berdampak pada peningkatan konsumsi. Karena itu, selain memperketat pengawasan distribusi, kami juga mengusulkan penambahan kuota,” jelasnya.
Ia menambahkan, usulan penambahan kuota biasanya diajukan pada Juli atau Agustus. Saat ini, Pemprov Sumbar masih melakukan penghitungan ulang untuk memperoleh angka kebutuhan yang lebih akurat.
“Karena kenaikan harga baru terjadi pada Juni, maka kami perlu menghitung kembali dampaknya terhadap konsumsi. Setelah itu, baru diformulasikan berapa besaran tambahan kuota yang akan diusulkan,” tutupnya.

17 hours ago
4




















































