Anak Stunting Masih Bisa Tumbuh Optimal, Kenali Tandanya

6 hours ago 5

Newswire

Newswire Minggu, 16 Agustus 2026 20:57 WIB

Anak Stunting Masih Bisa Tumbuh Optimal, Kenali Tandanya

Ilustrasi anak-anak mengukur tinggi badan. - Freepik

Harianjogja.com, JAKARTA— Anak yang mengalami stunting masih memiliki peluang untuk mengoptimalkan pertumbuhan dan perkembangannya apabila kondisi tersebut ditemukan serta ditangani sedini mungkin. Penanganan tidak cukup hanya dengan memperbaiki pola makan, tetapi perlu dilakukan secara menyeluruh dengan memperhatikan kecukupan gizi, pemantauan pertumbuhan, pencegahan infeksi, hingga stimulasi perkembangan anak.

Ketua Pengurus Pusat Perhimpunan Dokter Gizi Klinik Indonesia (PDGKI) dr. Erwin Christianto, M.Gizi, Sp.GK mengatakan penanganan sejak dini menjadi salah satu faktor penting dalam upaya mengoptimalkan pertumbuhan anak dengan stunting.

Hal itu disampaikan Erwin menyusul sorotan Presiden Prabowo Subianto terhadap persoalan stunting dan pentingnya pemenuhan gizi dalam pidato kenegaraan pada Sidang Tahunan MPR RI serta Sidang Bersama DPR RI dan DPD RI, Jumat (14/8).

"Stunting bukan berarti pertumbuhan anak sudah tidak bisa diperbaiki. Dengan terapi yang tepat, pertumbuhan dan perkembangan anak masih dapat dioptimalkan, terutama bila ditemukan dan ditangani sedini mungkin," kata Erwin saat dihubungi ANTARA pada Minggu.

Penanganan Stunting Perlu Menyeluruh

Menurut Erwin, upaya menangani stunting perlu mencakup berbagai aspek. Perbaikan kualitas dan kecukupan makanan harus berjalan bersamaan dengan pemenuhan protein serta mikronutrien.

Pertumbuhan anak juga perlu dipantau secara berkala. Selain itu, pencegahan dan tata laksana infeksi serta stimulasi untuk mendukung perkembangan anak menjadi bagian penting dalam penanganan.

"Jadi kata kuncinya ialah ditemukan sedini mungkin," ujar Erwin.

Deteksi dini menjadi penting karena orang tua tidak dapat menentukan apakah seorang anak mengalami stunting hanya berdasarkan penampilan fisiknya. Anak yang terlihat pendek atau kecil belum tentu mengalami stunting.

Jangan Hanya Bandingkan Tinggi Anak

Erwin menjelaskan indikator utama stunting adalah panjang atau tinggi badan anak menurut usia yang berada di bawah standar pertumbuhan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Karena itu, orang tua dianjurkan memantau kurva pertumbuhan anak secara rutin di Posyandu atau fasilitas kesehatan. Pemantauan tersebut dinilai lebih tepat dibandingkan sekadar membandingkan tinggi badan anak dengan teman sebayanya.

"Yang perlu diwaspadai adalah pertumbuhan tinggi badan yang tidak mengikuti kurva atau pertambahannya melambat," kata Erwin.

Dengan pemantauan rutin, perubahan pola pertumbuhan anak dapat diketahui lebih awal. Hal tersebut penting agar kondisi yang membutuhkan penanganan dapat segera ditindaklanjuti.

Tidak Ada Satu Makanan untuk Atasi Stunting

Dalam mendukung pertumbuhan anak, Erwin menegaskan tidak ada satu jenis makanan yang secara khusus dapat mencegah atau mengatasi stunting.

Anak membutuhkan pola makan beragam dengan kecukupan energi, protein, vitamin, dan mineral sesuai kebutuhan. Setelah berusia enam bulan, ASI tetap perlu dilanjutkan bersamaan dengan pemberian makanan pendamping ASI (MPASI).

MPASI harus diberikan secara adekuat, beragam, dan padat zat gizi. Sumber protein hewani menjadi salah satu yang perlu diutamakan dalam pemenuhan kebutuhan tersebut.

Pemenuhan gizi juga tidak dapat dipisahkan dari pemantauan pertumbuhan, pencegahan dan tata laksana infeksi, serta stimulasi perkembangan anak.

"Jadi prinsipnya sederhana, cukup, beragam, seimbang, aman, dan sesuai kebutuhan usia," ujar Erwin.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Sunartono

Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Jogja News Jogja Politan Jogja Ball Jogja Otote Klik News Makassar news