Aksi Merpati Hidup di Grammy 2026, Sabrina Carpenter Tuai Kritik PETA

1 day ago 3

Harianjogja.com, JOGJA—Penampilan Sabrina Carpenter di Grammy Awards 2026 memantik polemik setelah organisasi hak hewan PETA mengecam penggunaan burung merpati putih hidup sebagai properti panggung. Aksi tersebut dinilai tidak etis dan berpotensi membahayakan kesejahteraan satwa di tengah kondisi panggung yang ekstrem.

Kontroversi ini mencuat seusai Grammy Awards ke-68 digelar di Crypto.com Arena, Los Angeles, Minggu (1/2/2026). Sabrina Carpenter membawakan lagu terbarunya, “Manchild,” dengan konsep teatrikal bertema bandara. Namun perhatian publik beralih saat ia mengeluarkan seekor burung merpati putih hidup dari dalam topi, di bawah sorotan lampu terang dan riuh penonton.

PETA menyampaikan kecaman terbuka melalui media sosial pada Senin (2/2/2026) dan menyebut aksi tersebut tidak etis serta kejam. Organisasi itu menilai lingkungan panggung—yang sarat suara bising, kerumunan, dan pencahayaan intens—dapat memicu stres berat pada burung. PETA bahkan melabeli keputusan tersebut sebagai “bodoh dan tidak berguna,” mengkritik keras tim kreatif yang masih melibatkan hewan hidup demi efek visual.

Menurut PETA, hewan bukanlah properti hiburan dan tidak seharusnya dieksploitasi untuk kepentingan artistik. Mereka menyayangkan insiden ini terjadi pada 2026, saat kesadaran perlindungan satwa dinilai semestinya lebih maju. Gelombang kritik pun viral, memicu perdebatan warganet soal batas kreativitas seni dan etika terhadap makhluk hidup.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari Sabrina Carpenter maupun manajemennya. Di tengah sorotan tersebut, Sabrina juga tercatat belum meraih kemenangan pada Grammy Awards 2026 meski masuk enam nominasi. Publik kini menanti klarifikasi terkait alasan penggunaan merpati hidup dalam penampilan tersebut.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Read Entire Article
Jogja News Jogja Politan Jogja Ball Jogja Otote Klik News Makassar news