Viral Rel KA Lama Bantul, Pemkab Tegaskan Reaktivasi Masih Wacana

10 hours ago 7

Harianjogja.com, BANTUL— Munculnya foto rel kereta api yang disebut-sebut sedang diaktifkan kembali di wilayah Bantul dipastikan tidak benar. Pemerintah setempat menegaskan hingga kini belum ada langkah konkret terkait rencana pengoperasian moda kereta api di wilayah tersebut.

Dinas Perhubungan Kabupaten Bantul menyebut wacana reaktivasi kereta api masih sangat awal dan belum masuk tahap pembahasan detail. Isu ini mencuat setelah pertemuan antara Gusti Kanjeng Ratu Mangkubumi dengan Duta Besar Inggris untuk Indonesia dan Timor Leste, Dominic Jermey, di Stasiun Tugu Jogja beberapa waktu lalu.

Kepala Dishub Bantul, Singgih Riyadi, mengatakan belum ada tindak lanjut dari wacana tersebut. Kajian mendalam masih dibutuhkan, mulai dari rute hingga konsep operasional ke depan.

“Dari info awal yang kami terima kemungkinan tidak memakai rel yang lama, melainkan kereta yang melaju di jalan aspal,” katanya, Kamis (16/4/2026).

Ia menjelaskan jalur rel lama sulit untuk diaktifkan kembali karena kondisinya sudah tidak utuh. Banyak bagian rel yang hilang, tertutup pemukiman warga, hingga terlapisi aspal di sejumlah ruas jalan.

“Jalur kereta api yang lama itu kan dulu dari perempatan Klodran sampai ke simpang tiga Cepit, itu sudah tertutup aspal semua. Yang di Palbapang juga sama,” jelasnya.

Di sisi lain, unggahan di media sosial yang menampilkan foto rel muncul di permukaan jalan turut memicu spekulasi publik. Salah satunya berasal dari akun Instagram @jogjastudent yang menyebut rel Jogja-Bantul mulai terlihat kembali setelah pengerukan aspal.

Kepala Bidang Lalu Lintas Dishub Bantul, Irawan Kurnianto, meluruskan bahwa foto tersebut bukan bagian dari proyek reaktivasi. Ia menyebut gambar itu merupakan dokumentasi lama saat pelebaran jalan di wilayah Klodran–Cepit.

“Sepertinya itu foto saat pembangunan jalan di wilayah Klodran–Cepit,” katanya.

Hal senada disampaikan Kepala DPUPKP Bantul, Jimmy Simbolon. Ia memastikan tidak ada instruksi penggalian jalan untuk kepentingan rel kereta api.

Menurutnya, foto yang beredar kemungkinan besar merupakan dokumentasi lama dari proyek infrastruktur sebelumnya, bukan bagian dari rencana baru.

Pernah Jadi Pusat Ekonomi

​Dilansir dari berbagai sumber wajah selatan DIY di akhir abad ke-19 pernah menjadi jantung ekonomi yang bising oleh deru kereta bermesin uap. Di balik aspal jalanan yang kini padat, tertimbun sejarah panjang jalur kereta api milik perusahaan Belanda, Nederlandsch-Indische Spoorweg Maatschappij (NIS).

Bukan untuk pelesir, pembangunan rel yang dimulai medio 1893 ini merupakan misi strategis untuk menguras hasil bumi dari rahim Bantul, terutama gula yang kala itu menjadi "emas putih" di pasar dunia.

​Urat nadi besi ini membentang membelah hamparan tebu, menghubungkan deretan pabrik gula raksasa seperti PG Padokan, PG Barongan, hingga PG Pundong langsung ke pusat kota. Stasiun Palbapang dan Bantul menjadi saksi betapa sibuknya pergerakan logistik dan interaksi sosial masyarakat kala itu.

Bagi warga lokal, kereta api bukan sekadar mesin pengangkut tebu, melainkan tumpuan hidup yang membawa mereka menjajakan hasil bumi menuju keriuhan Pasar Beringharjo.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Read Entire Article
Jogja News Jogja Politan Jogja Ball Jogja Otote Klik News Makassar news