Viral Cepirit di Arena Hyrox, Wietrzyk Mundur dan Kembalikan Poin

5 hours ago 5

Viral Cepirit di Arena Hyrox, Wietrzyk Mundur dan Kembalikan Poin

Joanna Wietrzyk/Instagram

Harianjogja.com, JOGJA— Atlet HYROX asal Australia, Joanna Wietrzyk, akhirnya buka suara setelah insiden yang membuat namanya menjadi sorotan global dalam perlombaan HYROX Beijing, China, pada Sabtu (12/9/2026).

Wietrzyk menyampaikan permintaan maaf melalui Instagram setelah hampir sepekan tidak memberikan pernyataan mengenai keputusannya tetap berlomba meski mengalami inkontinensia fekal di tengah pertandingan.

Atlet yang dikenal sebagai pemegang rekor dunia itu sebelumnya berhasil finis di posisi pertama. Namun, setelah mendapat sorotan luas, Wietrzyk memutuskan menarik diri dari perlombaan secara retroaktif dan melepaskan seluruh poin yang diperolehnya.

Mengakui Seharusnya Berhenti

Dalam pernyataannya, Wietrzyk meminta maaf kepada masyarakat China, peserta lain, penonton, serta penyelenggara HYROX atas insiden yang terjadi di lintasan.

Ia mengatakan dirinya merasa dalam kondisi sehat ketika perlombaan dimulai dan tidak memiliki tanda-tanda akan mengalami masalah kesehatan.

Meski demikian, setelah merefleksikan kejadian tersebut, Wietrzyk mengakui keputusan untuk terus berlari merupakan pilihan yang seharusnya tidak diambil.

"Saya ingin menyampaikan permohonan maaf yang tulus kepada masyarakat Tiongkok, sesama peserta lomba, para penonton, dan penyelenggara HYROX atas kejadian selama perlombaan di Beijing," tulis Wietrzyk dalam pernyataannya di Instagram.

"Saya menyadari bahwa seharusnya saya mengambil keputusan yang berbeda. Saya bertanggung jawab penuh atas keputusan untuk tetap melanjutkan lomba dan sangat menyesali ketidaknyamanan serta gangguan yang ditimbulkannya," lanjutnya.

Insiden tersebut menjadi sorotan karena HYROX menggunakan sejumlah peralatan dan area yang dipakai bersama oleh para peserta. Rekaman Wietrzyk yang tetap melanjutkan perlombaan kemudian tersebar luas di media sosial.

Lepaskan Poin dari Kemenangan

Wietrzyk mengatakan pengalaman tersebut membuatnya menyadari bahwa keputusan seorang atlet tidak hanya berdampak kepada dirinya sendiri.

Karena itu, ia memilih untuk tidak mempertahankan hasil yang diraihnya dalam perlombaan tersebut.

"Saya belajar dari pengalaman ini dan akan terus memegang teguh pelajaran tersebut, termasuk mengingat bahwa hidup ini lebih dari sekadar perlombaan dan memahami kapan saat yang tepat untuk mundur," katanya.

Ia kemudian menyatakan menarik diri dari lomba secara retroaktif sekaligus melepaskan poin yang diperolehnya.

Dalam sistem HYROX, hasil dan waktu finis digunakan untuk mengumpulkan poin peringkat yang berkontribusi terhadap sistem ranking atlet.

Keputusan tersebut sekaligus membuat kemenangan yang sebelumnya diraih Wietrzyk di Beijing tidak lagi menjadi hasil yang dipertahankan olehnya.

HYROX Akui Ada Kesalahan

Selain Wietrzyk, penyelenggara HYROX juga mendapat sorotan karena pertandingan tetap berlangsung ketika insiden tersebut terjadi.

Co-founder HYROX Moritz Fürste sebelumnya menyampaikan permintaan maaf dan mengakui organisasi tidak merespons situasi tersebut dengan cepat.

Fürste mengatakan HYROX telah menyusun prosedur dan aturan baru untuk menangani kejadian serupa pada masa mendatang.

Aturan yang diperbarui memberikan kewenangan kepada Race Director untuk menarik peserta dari perlombaan atas alasan medis apabila darah, muntah, urine, atau feses menimbulkan risiko terhadap kesehatan, keselamatan, atau kontaminasi bagi peserta lain.

HYROX juga melakukan langkah sanitasi setelah perlombaan, termasuk penggantian permukaan lintasan di lokasi yang terdampak. Sejumlah peserta juga mendapat pengembalian biaya tiket berdasarkan waktu mereka mengikuti perlombaan tersebut.

Wietrzyk Pilih Menjauh Sejenak

Di akhir pernyataannya, Wietrzyk berterima kasih kepada orang-orang yang tetap memberikan dukungan kepadanya di tengah kontroversi tersebut.

Ia mengatakan akan mengambil waktu untuk memulihkan diri, melakukan refleksi, serta menghabiskan waktu bersama keluarga.

"Saya akan meluangkan waktu untuk memulihkan diri, melakukan refleksi, serta merawat diri sendiri dan keluarga, jauh dari hiruk-pikuk situasi ini," tulisnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Jumali

Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Jogja News Jogja Politan Jogja Ball Jogja Otote Klik News Makassar news