Udara Jakarta Tak Sehat, Warga Diimbau Pakai Masker

3 hours ago 2

Newswire

Newswire Sabtu, 05 September 2026 07:17 WIB

Udara Jakarta Tak Sehat, Warga Diimbau Pakai Masker

Ilustrasi Kabut./ Harian Jogja -Nina Atmasari

Harianjogja.com, JAKARTA— Kualitas udara Jakarta pada Sabtu (5/9/2026) pagi berada dalam kategori tidak sehat bagi kelompok sensitif. Berdasarkan pemantauan IQAir pada pukul 05.30 WIB, indeks kualitas udara atau AQI Jakarta mencapai 113.

Angka tersebut menempatkan Jakarta sebagai kota dengan kualitas udara terburuk ke-13 di dunia pada waktu pemantauan tersebut. Masyarakat yang hendak beraktivitas di luar ruangan pun dianjurkan menggunakan masker.

Jakarta Masuk 13 Kota dengan Udara Terburuk

Data IQAir menunjukkan kualitas udara Jakarta masih menjadi perhatian pada awal akhir pekan. Dengan AQI 113, kondisi udara dinilai kurang baik terutama bagi kelompok yang sensitif terhadap polusi udara.

Pada waktu yang sama, Kuching, Malaysia, menjadi kota dengan kualitas udara terburuk di dunia dengan AQI 286. Posisi berikutnya ditempati Kinshasa, Kongo, dengan indeks 205, sedangkan Kumpala, Uganda, berada di urutan ketiga dengan AQI 159.

Kondisi tersebut menjadi salah satu perhatian Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang tengah menjalankan sejumlah strategi untuk memperbaiki kualitas udara di wilayah metropolitan tersebut.

Pemprov DKI Siapkan Strategi Perbaikan Kualitas Udara

Pemprov DKI Jakarta menyiapkan tiga strategi utama untuk menangani persoalan kualitas udara. Salah satunya dilakukan melalui sektor transportasi dengan memperluas jangkauan layanan bus Transjabodetabek.

Sejumlah rute yang telah disiapkan antara lain Blok M-Alam Sutera dan Blok M-PIK 2. Pemprov DKI juga merencanakan pembukaan rute baru yang menghubungkan Blok M dengan Bandara Soekarno-Hatta.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengajak masyarakat memanfaatkan transportasi publik yang telah disediakan pemerintah. Pemprov DKI bahkan telah menerbitkan aturan mengenai layanan transportasi umum gratis bagi 15 golongan masyarakat.

Saat ini, konektivitas transportasi Jakarta disebut telah mencapai 92 persen. Capaian tersebut menempatkan Jakarta di posisi ke-17 dunia dan peringkat kedua di ASEAN setelah Singapura.

Transportasi Jadi Salah Satu Sumber Emisi

Sektor transportasi menjadi perhatian karena menyumbang 50 persen emisi gas buang di Jakarta. Karena itu, Pramono menargetkan pengoperasian 10.000 bus listrik Transjakarta pada 2030.

"Kalau itu bisa dilakukan, secara signifikan akan mengurangi kontribusi terhadap emisi itu," kata Pramono saat menghadiri acara Townhall Meeting yang membahas isu dan solusi mengatasi polusi udara di Melting Pop, M Bloc, Kebayoran Baru, Selasa (10/2).

Upaya perbaikan kualitas udara juga diarahkan pada pengelolaan sampah. Pemprov DKI Jakarta mempercepat pembangunan fasilitas pengolahan sampah atau Intermediate Treatment Facility (ITF).

Fasilitas tersebut direncanakan berada di Sunter, Rorotan, Bantargebang, dan Jakarta Barat. Proyek tersebut ditargetkan mulai berjalan pada pertengahan tahun ini.

"Kalau itu bisa dilakukan, maka kontribusi yang signifikan akan mengurangi atau menurunkan kontribusi emisi yang ada di Jakarta," tandasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Sunartono

Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Jogja News Jogja Politan Jogja Ball Jogja Otote Klik News Makassar news