Terry-Gloria Tersingkir Terhormat di Tangan Ranking 1 Dunia

8 hours ago 3

Harianjogja.com, JOGJA—Pasangan ganda campuran Terry Hee/Gloria Emanuelle Widjaja harus mengakhiri langkah di All England 2026 seusai kalah tipis dari unggulan pertama dunia, Feng Yan Zhe/Huang Dong Ping, dalam pertarungan tiga gim yang berlangsung ketat, Selasa (3/3/2026).

Bertanding di Utilita Arena Birmingham, pasangan beda negara Singapura-Indonesia itu memberikan perlawanan sengit sebelum akhirnya menyerah dengan skor 21-18, 18-21, dan 19-21.

Sejak awal laga, Terry/Gloria tampil agresif dan percaya diri. Mereka mampu merebut gim pertama 21-18 melalui kombinasi permainan net tipis Gloria serta dropshot dan smes keras dari Terry yang membuat Feng/Huang kesulitan mengembangkan pola permainan.

Memasuki gim kedua, pasangan China mulai mengubah strategi dengan memaksa Terry/Gloria lebih sering mengangkat bola. Pola tersebut efektif meredam serangan dan membawa Feng/Huang menyamakan kedudukan seusai menang 21-18.

Pertarungan mencapai klimaks pada gim penentuan. Terry/Gloria sempat unggul 11-7 saat interval dan bahkan memimpin 19-17. Namun, ketenangan pasangan ranking satu dunia menjadi pembeda di poin-poin kritis. Skor imbang 19-19 berujung pada dua poin beruntun untuk Feng/Huang yang memastikan kemenangan 21-19.

"Pasti kecewa tidak bisa menang, tetapi kami sudah mencoba 100 persen. Kami berjuang di setiap poin, tetapi di akhir-akhir memang saya kurang tenang," ungkap Terry dalam keterangan tertulis PBSI seusai pertandingan.

Terry mengakui hasil undian memang menempatkan mereka pada laga berat sejak awal. "Saat undian keluar, kami tahu ini tidak akan mudah. Namun, kami berpikir masih ada peluang. Kami tidak mau menyerah sebelum bertanding, jadi tadi coba nikmati setiap poin," tambahnya.

Gloria Emanuelle Widjaja juga menyoroti faktor non-teknis sebagai penentu kekalahan di saat krusial. Ia menyayangkan kegagalan menjaga ketenangan ketika sudah berada di ambang kemenangan.

"Kami pasti mau ambil, tetapi tidak bisa mengontrol kemauannya. Jadi kurang tenang, kurang pas sentuhannya. Lebih ke non-teknisnya. Secara keseluruhan kami sudah mencoba yang terbaik. Penyesalannya mungkin di poin akhir saja tidak bisa take over," ucap Gloria.

Kolaborasi Terry/Gloria sejauh ini telah melewati empat turnamen sejak debut di Indonesia Masters 2026 dengan capaian perempat final. Performa mereka berlanjut di Thailand Masters 2026 hingga babak 16 besar serta menembus semifinal German Open 2026.

Gloria, peraih medali perak Olimpiade Tokyo 2020, menilai kerja sama dengan Terry menghadirkan pengalaman baru dalam perjalanan kariernya.

"Empat turnamen bersama Terry menjadi pengalaman yang baru untuk saya dan mungkin juga untuk dia. Dengan typical mindset yang berbeda, antara saya dengan Terry, bisa jadi pelajaran baru buat saya dan jadi bagian sejarah cerita kehidupan. Senang sih," tandas Gloria.

Meskipun harus tersingkir lebih awal di All England 2026, perlawanan ketat melawan pasangan ranking satu dunia menjadi sinyal positif bahwa Terry/Gloria memiliki kapasitas bersaing di level elite bulu tangkis dunia pada turnamen internasional berikutnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Read Entire Article
Jogja News Jogja Politan Jogja Ball Jogja Otote Klik News Makassar news