
SPPG Muntuk Bantul berhenti beroperasi setelah pegawainya viral. Pemkab menyebut dapur tersebut sedang dalam masa cooling down. /Harian Jogja-Kiki Luqman.
Harianjogja.com, BANTUL— SPPG Muntuk, Kapanewon Dlingo, Kabupaten Bantul, berhenti beroperasi setelah salah satu pegawainya menjadi sorotan di media sosial. Penghentian aktivitas tersebut terjadi setelah video yang diduga mengolok-olok atau membully korban keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) di Karo, Sumatra Utara, viral.
Informasi mengenai berhentinya operasional SPPG Muntuk disampaikan seorang warga sekitar yang tidak ingin identitasnya disebutkan, Senin (21/9/2026). Menurut warga tersebut, aktivitas di SPPG Muntuk sudah tidak terlihat sejak Jumat (18/9).
“Terakhir buka hari Jumat,” kata warga tersebut saat ditemui di sekitar lokasi, Senin.
Warga itu mengatakan pada Minggu (20/9/2026) sore masih ada kepala SPPG yang datang ke lokasi. Namun, setelah video salah satu pegawai ramai diperbincangkan di media sosial, aktivitas pelayanan MBG di SPPG tersebut berhenti.
“Kemarin sore kepalanya masih ke sini, tapi setelah viral itu terakhir buka hari Jumat,” ujarnya.
SPPG Muntuk Layani Sejumlah Sekolah
Selama ini, SPPG Muntuk melayani distribusi makanan bergizi gratis untuk sejumlah sekolah. Jangkauan pelayanan SPPG tersebut disebut tidak hanya berada di wilayah Muntuk, tetapi juga mencakup sekolah yang berada di luar wilayah tersebut.
“Ini mereka setahu saya melayani banyak sekolah termasuk sekolah di luar Muntuk,” katanya.
SPPG Muntuk juga mempekerjakan warga sekitar dan sejumlah pekerja dari luar daerah. Menurut warga tersebut, biasanya terdapat sekitar empat pekerja pendatang yang tinggal sementara di sekitar lokasi SPPG selama hari kerja.
“Biasanya mereka juga di sini sekitar empat orang pendatang, jadi mereka nginep di sini,” tuturnya.
Para pekerja pendatang tersebut biasanya pulang ke daerah asal masing-masing pada akhir pekan. Mereka kemudian kembali ke Muntuk ketika memasuki hari kerja.
“Sabtu itu biasanya pulang, pas hari kerja nginep sini lagi. Karyawannya kebanyakan warga sini,” ucapnya.
Video Pegawai SPPG Muntuk Viral
Sementara itu, video berdurasi 29 detik yang beredar di media sosial memperlihatkan seorang pria berinisial Gerard tengah mengonsumsi chicken katsu.
Dalam video tersebut, Gerard menyampaikan pernyataan yang dinilai mengolok-olok Febiona Purba, siswi SMK Bersama Berastagi yang menjadi salah satu korban keracunan MBG di Karo, Sumatra Utara.
Video itu kemudian menuai perhatian publik setelah beredar luas di media sosial. Keberadaan Gerard yang disebut sebagai pegawai SPPG Muntuk turut dikaitkan dengan penghentian aktivitas SPPG tersebut.
Hingga Senin (21/9), warga sekitar menyebut pelayanan MBG dari SPPG Muntuk belum kembali berjalan. Belum diketahui sampai kapan SPPG tersebut akan berhenti beroperasi.
Pemkab Bantul Sebut Cooling Down
Asisten Pemerintah dan Kesejahteraan Rakyat Bantul, Hermawan Setiaji, mengatakan dapur SPPG tersebut berhenti beroperasi karena sedang dalam masa cooling down.
“Saya baru dapat laporan, kalau itu sedang cooling down jadi tidak beroperasi,” ujarnya singkat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

4 hours ago
3

















































