Foto ilustrasi angin kencang dampak siklon tropis. Foto dibuat menggunakan Artificial Intelligence Freepik.
Harianjogja.com, MANILA—Siklon Tropis Penha menerjang Filipina dan menewaskan sedikitnya delapan orang serta memaksa lebih dari 64.000 warga mengungsi akibat banjir dan longsor yang meluas pada Sabtu (7/2/2026).
Berdasarkan laporan media setempat, empat korban meninggal dunia merupakan satu keluarga yang tertimbun longsor di Kota Cagayan de Oro. Sementara empat korban lainnya dilaporkan berasal dari Iligan dan Agusan del Norte.
Siklon Tropis Penha, yang dikenal warga lokal dengan nama Basyang, juga memicu banjir besar di Visayas Barat, Wilayah Pulau Negros, Visayas Tengah, dan Caraga. Dewan Nasional Pengurangan Risiko dan Manajemen Bencana Filipina mencatat lebih dari 64.000 orang terdampak dan terpaksa meninggalkan rumah mereka.
Sebanyak 16.528 keluarga telah dipindahkan ke 480 pusat evakuasi yang disiapkan pemerintah. Warga lainnya memilih mencari perlindungan di lokasi alternatif di luar pusat pengungsian resmi.
Biro cuaca Filipina melaporkan kekuatan Basyang melemah menjadi Area Tekanan Rendah (Low Pressure Area/LPA) pada Sabtu dini hari seusai melintasi daratan sebanyak lima kali di wilayah Mindanao dan Visayas.
Dampak Siklon Tropis Penha juga dirasakan di sektor transportasi udara. Pada Jumat, puluhan penerbangan dibatalkan sehingga ribuan penumpang tertahan di bandara.
Otoritas Penerbangan Sipil Filipina (CAAP) menyatakan sebanyak 32 penerbangan dibatalkan sejak Kamis, dengan total 7.737 penumpang terdampak. Kondisi tersebut menambah panjang daftar dampak cuaca ekstrem yang ditimbulkan Siklon Tropis Penha di Filipina.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : Antara

1 day ago
8
















































