Polisi Ungkap Sindikat Uang Palsu Beroperasi dari Hotel

7 hours ago 2

Polisi Ungkap Sindikat Uang Palsu Beroperasi dari Hotel Sejumlah barang bukti uang palsu yang disita oleh Dirreskrimsus Polda Metro Jaya pada sebuah kamar hotel di kawasan Kemang, Kabupaten Bogor, Senin (30/3/2026). ANTARA - HO/Ditreskrimsus Polda Metro Jaya

Harianjogja.com, JAKARTA— Praktik pembuatan uang palsu berhasil dibongkar aparat kepolisian setelah seorang pelaku ditangkap di sebuah kamar hotel di kawasan Kemang, Kabupaten Bogor. Dari lokasi tersebut, polisi menemukan ratusan juta rupiah uang palsu yang siap diedarkan.

Pengungkapan dilakukan oleh Polda Metro Jaya melalui Direktorat Reserse Kriminal Khusus. Seorang pelaku berinisial MP diamankan pada Senin (30/3) saat berada di kamar hotel.

Kasubdit II Ekbank Ditreskrimsus Polda Metro Jaya, Robby Syahfery, mengungkapkan dari tangan pelaku disita uang pecahan Rp100 ribu yang diduga palsu dengan nilai total sekitar Rp620 juta.

“Dalam pengungkapan tersebut, menangkap satu orang pelaku berinisial MP di sebuah kamar hotel, kawasan Kemang, Kabupaten Bogor,” ujarnya.

Selain uang palsu, polisi juga menemukan berbagai peralatan yang diduga digunakan untuk memproduksi uang tersebut, mulai dari printer, tinta, alat potong kertas, hingga kertas A4 dan perlengkapan pendukung lainnya.

Kasus ini masih terus dikembangkan untuk mengungkap kemungkinan adanya jaringan yang lebih luas. Polisi mendalami siapa saja pihak yang terlibat dalam produksi hingga distribusi uang palsu tersebut.

“Saat ini kami masih melakukan pendalaman terhadap sindikat uang palsu tersebut terkait perencana dan jejaring peredarannya,” katanya.

Polisi mengimbau masyarakat agar lebih waspada saat menerima uang tunai, terutama pecahan besar. Jika menemukan uang yang mencurigakan, masyarakat diminta segera melapor ke kantor polisi terdekat atau melalui layanan 110.

Sementara itu, Bank Indonesia mengingatkan masyarakat untuk mengenali keaslian uang rupiah dengan metode 3D, yakni Dilihat, Diraba, dan Diterawang.

Secara visual, uang asli memiliki warna cerah dan benang pengaman yang terlihat jelas. Pada pecahan Rp100 ribu dan Rp50 ribu, benang tersebut dapat berubah warna jika dilihat dari sudut berbeda.

Saat diraba, bagian tertentu seperti angka nominal, gambar utama, hingga lambang negara akan terasa kasar, termasuk kode khusus bagi tunanetra.

Sedangkan dengan cara diterawang, masyarakat dapat melihat tanda air berupa gambar pahlawan serta logo BI yang akan tampak utuh ketika diterangi cahaya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Read Entire Article
Jogja News Jogja Politan Jogja Ball Jogja Otote Klik News Makassar news