OpenAI Dituding Gunakan Jutaan Artikel, Dokumen Internal Microsoft Ikut Terungkap

6 hours ago 8

Harianjogja.com, JOGJA— Dokumen pengadilan yang baru dibuka dalam gugatan hak cipta antara The New York Times (NYT), OpenAI, dan Microsoft mengungkap kekhawatiran internal mengenai penggunaan jutaan artikel berita untuk pengembangan sistem kecerdasan buatan (AI).

AFP mengungkapkan, dalam dokumen tersebut, sejumlah pernyataan internal dari Microsoft dan OpenAI menunjukkan bahwa sebagian pegawai perusahaan menyadari adanya potensi ancaman terhadap industri media apabila produk AI mampu menggantikan kebutuhan pengguna untuk mengakses situs berita.

NYT dan sejumlah penerbit lain menggunakan dokumen tersebut untuk memperkuat argumen bahwa penggunaan artikel mereka tidak semestinya dilindungi doktrin fair use atau penggunaan wajar dalam hukum hak cipta Amerika Serikat. Sementara itu, Microsoft dan OpenAI tetap mempertahankan posisi bahwa penggunaan materi tersebut untuk melatih model AI bersifat transformatif dan dilindungi fair use.

Eksekutif Microsoft Sebut Penggunaan Artikel sebagai "Pencurian"

Salah satu bagian yang paling menonjol berasal dari dokumen internal Brent Hecht, Director of Applied Science Microsoft.

Dalam dokumen yang dikutip dalam pengajuan NYT, Hecht menggambarkan pengambilan berita dalam jumlah besar untuk pelatihan AI sebagai "an astonishing theft of unprecedented proportions" dan menyebutnya berpotensi menjadi "the largest theft of labor in human history."

Pernyataan tersebut menjadi bagian dari bukti yang diajukan pihak penerbit untuk mempertanyakan pembelaan fair use Microsoft dan OpenAI. Namun, Microsoft menegaskan bahwa pernyataan Hecht merupakan pandangan pribadi seorang pegawai dan bukan posisi resmi perusahaan.

Microsoft juga mengatakan posisi hukumnya telah disampaikan melalui dokumen pengadilan. Perusahaan tetap berpendapat bahwa penggunaan materi untuk produk AI tertentu merupakan penggunaan transformatif dan tidak menggantikan jurnalisme penerbit.

OpenAI Juga Khawatir AI Menggantikan Situs Berita

Dokumen yang dibuka tidak hanya berisi pembahasan dari pihak Microsoft. Sejumlah komunikasi internal OpenAI juga menunjukkan kekhawatiran mengenai dampak ChatGPT terhadap penerbit.

Nick Turley, eksekutif OpenAI yang memimpin tim ChatGPT, disebut pernah menulis bahwa produk AI menghadirkan "existential threat" bagi penerbit.

Dalam komunikasi lainnya, Turley menggambarkan produk AI sebagai "largely substitutive", atau secara umum dapat menggantikan fungsi yang sebelumnya dilakukan situs berita.

Seorang insinyur OpenAI juga menulis bahwa pengguna kemungkinan tidak akan mengklik tautan sumber meski tautan tersebut ditampilkan secara jelas dalam jawaban AI.

Pernyataan-pernyataan tersebut kini digunakan penerbit untuk berargumen bahwa produk AI dapat menjadi substitusi bagi konten berita, bukan sekadar teknologi yang mengolah informasi menjadi bentuk baru.

NYT dan Penerbit Lain Gugat OpenAI-Microsoft

Gugatan NYT terhadap OpenAI dan Microsoft pertama kali diajukan pada 2023. Dalam perkara tersebut, NYT menuduh kedua perusahaan menggunakan jutaan artikel tanpa izin untuk mengembangkan teknologi AI.

Kasus tersebut kemudian berkembang menjadi perkara gabungan yang melibatkan sejumlah penerbit berita lain. Para penggugat berpendapat penggunaan karya mereka untuk melatih model AI melanggar hak cipta dan berpotensi mengurangi nilai ekonomi karya jurnalistik.

Pada September 2026, para penerbit mengajukan permohonan summary judgment atau putusan berdasarkan pembuktian yang tersedia tanpa melalui persidangan penuh mengenai seluruh persoalan. Mereka meminta hakim menyatakan bahwa penggunaan artikel dalam berbagai tahap pengembangan AI tidak dapat dianggap sebagai fair use.

Kasus tersebut berada di Pengadilan Distrik Amerika Serikat untuk Southern District of New York dan ditangani Hakim Distrik Sidney H. Stein.

Microsoft dan OpenAI Bertahan dengan Argumen Fair Use

Microsoft dan OpenAI memiliki posisi berbeda dengan para penerbit. Keduanya berargumen bahwa pelatihan model AI merupakan penggunaan transformatif karena sistem tidak sekadar menyalin artikel untuk menerbitkannya kembali, tetapi mempelajari pola dari data untuk menghasilkan keluaran baru.

Dalam pembelaannya, perusahaan juga berpendapat produk AI tidak menggantikan jurnalisme penerbit secara langsung.

Persoalan apakah pelatihan AI menggunakan materi berhak cipta termasuk fair use kini menjadi salah satu isu hukum utama dalam perkara tersebut. Pengadilan AS sebelumnya telah menghasilkan putusan yang berbeda dalam sejumlah perkara terkait penggunaan karya berhak cipta untuk melatih AI.

Pemerintah AS Dukung Posisi Fair Use

Departemen Kehakiman AS sebelumnya telah mengajukan statement of interest dalam perkara tersebut. Pemerintah berpendapat pelatihan large language model (LLM) dapat termasuk penggunaan wajar karena bersifat transformatif.

Dalam dokumen tersebut, Departemen Kehakiman menekankan kepentingan Amerika Serikat terhadap kemajuan ilmiah, pertumbuhan ekonomi, dan keamanan nasional dalam pengembangan teknologi AI.

Associate Attorney General Stanley Woodward mengatakan pemerintah tidak ingin Amerika Serikat berada pada posisi yang dirugikan dibandingkan negara pesaing akibat interpretasi hukum hak cipta yang dinilai keliru.

Namun, dukungan pemerintah tersebut bukan merupakan putusan pengadilan. Statement of interest memiliki bobot sebagai pandangan pemerintah dalam perkara, sementara keputusan mengenai apakah penggunaan materi tersebut melanggar hak cipta tetap berada pada pengadilan.

Putusan Hakim Akan Menentukan Arah Kasus

Saat ini, perkara telah memasuki tahap summary judgment. Kedua pihak telah menyampaikan argumen masing-masing kepada Hakim Sidney Stein.

Putusan pada tahap tersebut dapat menentukan apakah sebagian persoalan dalam perkara dapat diselesaikan tanpa persidangan penuh. Jika terdapat persoalan faktual yang masih harus dibuktikan, bagian perkara dapat tetap berlanjut ke tahap persidangan.

Karena itu, pernyataan internal yang kini terungkap belum berarti pengadilan telah menyatakan OpenAI atau Microsoft bersalah melakukan pelanggaran hak cipta.

Bagi NYT dan penerbit lainnya, dokumen tersebut merupakan bagian dari argumen bahwa perusahaan AI memahami risiko terhadap industri berita ketika menggunakan konten dalam skala besar. Sementara itu, Microsoft tetap menyatakan pandangan pribadi pegawainya tidak mewakili posisi hukum perusahaan dan mempertahankan argumen fair use.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Read Entire Article
Jogja News Jogja Politan Jogja Ball Jogja Otote Klik News Makassar news