Sejumlah kendaraan terpantau sedang keluar dari Gunungkidul melalui jalur utama Jogja-Wonosari di Kalurahan Patuk, Patuk, Jumat (27/3/2026) - Harian Jogja/David Kurniawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Lonjakan arus kendaraan ke Gunungkidul selama libur Lebaran 2026 tercatat signifikan, dengan total 291.865 kendaraan masuk melalui pintu Patuk di Kapanewon Patuk hingga Selasa (24/3/2026).
Jumlah tersebut meningkat sekitar 25 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025, menunjukkan tingginya mobilitas masyarakat selama musim mudik dan liburan.
Koordinator Data Dinas Perhubungan Gunungkidul, Patnawati, mengatakan peningkatan ini menjadi salah satu indikator padatnya pergerakan kendaraan. “Ada kenaikan signifikan ketimbang arus lalu lintas di libur Lebaran di tahun sebelumnya,” kata Patnawati, Minggu (29/3/2026).
Berdasarkan jenis kendaraan, sepeda motor mendominasi dengan 269.530 unit, disusul mobil sebanyak 117.342 unit yang melintas ke wilayah Gunungkidul.
Selain itu, terdapat bus kecil sebanyak 1.240 unit dan bus besar 1.249 unit. Sementara kendaraan logistik tercatat terdiri dari 2.336 truk dan 713 truk besar yang masuk melalui jalur tersebut.
“Kalau dirinci, yang masuk sebelum Lebaran ada 209.795 unit dan masuk setelah Lebaran sebanyak 182.070 unit,” ungkapnya.
Tidak hanya kendaraan masuk, Dishub juga mencatat arus keluar dari Gunungkidul yang jumlahnya lebih besar dibandingkan kendaraan masuk. “Yang keluar ada sebanyak 358.895 unit. Rinciannya, yang keluar sebelum Lebaran ada 173.940 unit dan setelah Lebaran ada 184.955 unit,” katanya.
Arus Lancar Meski Volume Naik
Kasatlantas Polres Gunungkidul, AKP Priya Tri Handaya, mengatakan bahwa lonjakan kendaraan tidak menimbulkan gangguan berarti pada lalu lintas.
“Sudah kami persiapkan dan ada tim urai. Tapi, Alhamdulillah semua berjalan dengan aman dan lancar,” kata Priya, Selasa (24/3/2026).
Kelancaran arus ini tidak lepas dari berbagai program mudik bersama dan mudik gratis yang mampu menekan penggunaan kendaraan pribadi. Priya mencontohkan program mudik bareng yang diinisiasi oleh Ikatan Keluarga Gunungkidul (IKG) yang diikuti lebih dari 1.500 warga perantauan.
“Jelas sangat berpengaruh dengan kondisi arus lalu lintas. Sebagai contoh mudik yang dilakukan IKG dengan peserta 1.500 orang, maka mengurangi sekitar 300 kendaraan pribadi yang tidak masuk ke Gunungkidul sehingga arus bisa lancar,” katanya.
Selain itu, program mudik gratis dari pemerintah pusat juga turut membantu mengurangi kepadatan kendaraan di jalur utama.
Jalur Rawan Kecelakaan Diantisipasi
Untuk mengantisipasi risiko kecelakaan, kepolisian telah memetakan sejumlah titik rawan di jalur utama menuju Gunungkidul. Menurut Priya, salah satu titik rawan berada di ruas Jalan Jogja–Wonosari, khususnya di wilayah Kapanewon Patuk hingga Playen. Kondisi jalan yang berkelok, naik turun, serta padat kendaraan menjadi faktor utama tingginya potensi kecelakaan di jalur tersebut. Selain itu, jalur lain yang perlu diwaspadai antara lain tanjakan Bundelan dan Clongop di Gedangsari.
Pemetaan jalur alternatif juga telah disiapkan untuk membantu pengguna jalan menghindari kepadatan sekaligus meningkatkan keselamatan selama periode libur Lebaran yang masih berlangsung.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

7 hours ago
5

















































