Kodim Gunungkidul Siagakan Mobil Tangki untuk Atasi Krisis Air Bersih

6 hours ago 3

Kodim Gunungkidul Siagakan Mobil Tangki untuk Atasi Krisis Air Bersih

Jajaran Kodim 0730/GK saat menyalurkan bantuan air bersih kepada warga di Padukuhan Gabugan, Songbanyu, Girisubo, Sabtu (1/8/2026)./ Istimewa

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Musim kemarau yang diperkirakan berlangsung hingga November 2026 mulai memicu krisis air bersih di sejumlah wilayah Kabupaten Gunungkidul. Sebagai langkah antisipasi, Kodim 0730/Gunungkidul menyiagakan armada tangki air untuk membantu distribusi bantuan kepada masyarakat yang terdampak kekeringan.

Komandan Kodim 0730/Gunungkidul, Letkol Inf Alfian Yudha Praniawan, mengatakan kebutuhan air bersih masyarakat mulai meningkat seiring berkurangnya sumber air di sejumlah kawasan rawan kekeringan.

Menurut dia, upaya penanganan tidak hanya dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Gunungkidul melalui BPBD, tetapi juga melibatkan unsur TNI dan kepolisian agar distribusi bantuan dapat menjangkau masyarakat lebih cepat.

Sebagai bentuk dukungan tersebut, jajaran Kodim bersama BPBD dan kepolisian menyalurkan bantuan air bersih kepada warga Padukuhan Gabugan, Kalurahan Songbanyu, Kapanewon Girisubo, Sabtu (1/8/2026).

Dalam kegiatan tersebut, sebanyak tiga tangki air bersih didistribusikan kepada masyarakat yang mengalami kesulitan mendapatkan pasokan air.

“Untuk penyaluran, kami juga bekerja sama dengan BPBD dan anggota kepolisian. Tujuannya agar memudahkan akses masyarakat mendapatkan air bersih,” kata Alfian.

Ia menjelaskan, Kodim memiliki satu unit mobil tangki air yang disiapkan khusus untuk membantu penanganan dampak kekeringan selama musim kemarau berlangsung.

Armada tersebut dapat digunakan sewaktu-waktu apabila terdapat permintaan bantuan dari masyarakat yang mengalami kesulitan air bersih.

Warga yang membutuhkan bantuan, kata Alfian, dapat berkoordinasi melalui koramil di wilayah masing-masing atau langsung menghubungi Kodim 0730/Gunungkidul.

“Kami memiliki satu unit tangki air dan saat dibutuhkan masyarakat sewaktu-waktu bisa diterjunkan untuk penyaluran bantuan,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Gunungkidul Purwono mengatakan distribusi bantuan air bersih terus dilakukan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di kawasan terdampak kekeringan.

Penyaluran tidak hanya dilakukan oleh BPBD, tetapi juga melibatkan pemerintah kapanewon, organisasi sosial, komunitas, hingga berbagai pihak lain yang turut membantu penanganan krisis air bersih.

Hingga awal Agustus, BPBD Gunungkidul telah menyalurkan sedikitnya 184 tangki air bersih ke berbagai wilayah terdampak.

Wilayah Kapanewon Rongkop menjadi daerah penerima bantuan terbanyak dengan total 80 tangki air.

Selanjutnya, Kapanewon Tepus menerima 64 tangki, disusul Kapanewon Panggang sebanyak 16 tangki.

Bantuan juga disalurkan ke Kapanewon Wonosari sebanyak 16 tangki serta Kapanewon Saptosari sebanyak delapan tangki.

“Bantuan ini baru yang disalurkan BPBD, belum termasuk bantuan dari kapanewon maupun pihak-pihak lainnya,” kata Purwono.

Menurut dia, kebutuhan bantuan air bersih berpotensi terus meningkat karena berdasarkan prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), musim kemarau diperkirakan berlangsung hingga November mendatang.

Untuk mengantisipasi dampak yang lebih luas, Pemkab Gunungkidul telah menetapkan status Siaga Darurat Bencana Hidrometeorologi Kekeringan hingga akhir Agustus 2026.

Status tersebut memungkinkan pemerintah daerah mengakses anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT) guna mendukung operasional penyaluran bantuan air bersih kepada masyarakat.

Purwono menegaskan masa berlaku status siaga darurat masih dapat diperpanjang apabila kondisi kekeringan di lapangan belum membaik.

“Penetapan status masih bisa diperpanjang sesuai kondisi di lapangan. Dengan status siaga darurat kekeringan, kami dapat mengakses anggaran BTT untuk menambah dukungan distribusi air bersih kepada masyarakat,” katanya.

Seiring meningkatnya kebutuhan air selama musim kemarau, pemerintah daerah berharap kolaborasi antara BPBD, TNI, Polri, pemerintah kapanewon, dan berbagai elemen masyarakat dapat memastikan pasokan air bersih tetap tersedia bagi warga yang terdampak kekeringan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Jumali

Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Jogja News Jogja Politan Jogja Ball Jogja Otote Klik News Makassar news