Harianjogja.com, JAKARTA—Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mempercepat transformasi digital pendidikan dengan mengoptimalkan pemanfaatan Interactive Flat Panel (IFP) atau Papan Digital Interaktif (PID) di ruang kelas melalui webinar pelatihan bagi guru. Langkah ini menjadi strategi agar perangkat yang telah terdistribusi ke berbagai satuan pendidikan benar-benar digunakan secara efektif dan berdampak pada proses belajar-mengajar.
Program pelatihan tersebut dirancang sebagai bagian dari percepatan digitalisasi sekolah, sekaligus memastikan PID tidak sekadar menjadi perangkat pendukung, melainkan terintegrasi dalam praktik pembelajaran sehari-hari. Melalui skema Pelatihan Mandiri di Ruang GTK Rumah Pendidikan, guru didorong untuk menguasai fitur, strategi, serta pendekatan pedagogis berbasis teknologi.
Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi, Pendidikan Khusus, dan Pendidikan Layanan Khusus (Dirjen Pendidikan Vokasi PKPLK) Kemendikdasmen, Tatang Muttaqin, menegaskan pentingnya keselarasan teknologi pendidikan dengan kebutuhan masa depan.
“Papan Interaktif Digital harus menjadi jembatan transformasi pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan masa depan dan dunia kerja,” ujarnya di Jakarta, Minggu.
Ia menekankan, pemanfaatan PID harus melampaui fungsi perangkat teknologi semata, tetapi menjadi instrumen pedagogi yang menghadirkan pembelajaran interaktif, kolaboratif, dan berpusat pada murid. Guru dapat mengakses seluruh materi pelatihan secara fleksibel melalui Ruang GTK Rumah Pendidikan menggunakan akun belajar.id.
“Melalui pelatihan ini, guru dapat mengakses materi secara fleksibel melalui Ruang GTK Rumah Pendidikan menggunakan akun belajar.id. Materi pelatihan mencakup pengenalan fitur PID, strategi pedagogis interaktif, hingga praktik implementasi di kelas,” ujarnya.
Sementara itu, Direktur Jenderal Guru, Tenaga Kependidikan, dan Pendidikan Guru (Dirjen GTKPG) Kemendikdasmen, Nunuk Suryani, menilai keberhasilan transformasi digital sangat ditentukan oleh kesiapan sumber daya manusia, khususnya guru.
“Transformasi pendidikan berawal dari guru yang adaptif dan terus belajar. Teknologi akan berdampak ketika dimanfaatkan untuk menghadirkan pembelajaran yang berpusat pada murid,” katanya.
Setelah menuntaskan seluruh modul yang tersedia, peserta pelatihan akan memperoleh Surat Keterangan Telah Menyelesaikan Topik Pelatihan sebagai bukti partisipasi sekaligus penyelesaian program. Sertifikat tersebut menjadi bagian dari rekam jejak pengembangan kompetensi guru dalam mendukung transformasi digital pendidikan.
Lebih lanjut, ia menambahkan pelatihan ini disusun dengan fokus pada penguatan kompetensi, pendalaman praktik pemanfaatan PID di kelas, serta penyusunan langkah konkret agar teknologi benar-benar menghadirkan dampak nyata bagi murid.
Pelatihan tersebut tidak hanya menekankan aspek administratif, tetapi juga perubahan pola pikir dan pendekatan mengajar, sehingga pemanfaatan Papan Digital Interaktif di ruang kelas dapat mendorong pembelajaran yang lebih adaptif, relevan, dan sesuai kebutuhan era digital.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : Antara

9 hours ago
1
















































