Kabut Asap Meluas, Disdik Sumbar Pertimbangkan Belajar Daring bagi Siswa

4 hours ago 2

promo hayati padang agustus

KLIKPOSITIF– Dinas Pendidikan Sumatera Barat (Sumbar) masih mempertimbangkan opsi pembelajaran daring bagi siswa, menyusul kondisi kualitas udara yang terdampak kabut asap.

Kepala Dinas Pendidikan Sumbar, Habibul Fuadi mengatakan, pihaknya masih mengkaji usulan belajar daring tersebut.

Usulan itu sebelumnya disampaikan salah satu Wakil Ketua DPRD Sumbar yang mendorong pemerintah memberlakukan bekerja dari rumah serta pembelajaran daring bagi siswa.

“Kita masih memantau kondisi dan berkoordinasi dengan pihak terkait. Nanti diputuskan,” kata Habibul kepada Katasumbar.

Ia menyebut, untuk saat ini pihaknya meminta seluruh sekolah mengikuti anjuran dalam Surat Edaran Gubernur Sumbar terkait langkah menghadapi kondisi kabut asap.

“Untuk imbauan sudah ada edaran gubernur,” ujarnya.

Terpisah, Kepala Stasiun GAW Bukit Koto Tabang, Sugeng Nugroho mengatakan, berdasarkan pemantauan Selasa (8/9/2026), sejumlah wilayah yang berbatasan dengan Riau mengalami kualitas udara sedang hingga cenderung tidak sehat.

“Pangkalan, Harau atau Limapuluh Kota relatif antara sedang sampai tidak sehat. Lalu Dharmasraya, karena berbatasan dengan Riau,” katanya kepada Katasumbar.

Khusus di Limapuluh Kota, konsentrasi PM2,5 berada pada kisaran 41,5 hingga 48 mikrogram per meter kubik.

Angka tersebut masih masuk kategori sedang, tetapi tergolong cukup tinggi.

Sugeng menjelaskan, kualitas udara berdasarkan konsentrasi PM2,5 dikategorikan baik jika berada pada 0-15 mikrogram per meter kubik.

Kategori sedang berada pada 15-55,4 mikrogram per meter kubik. Sedangkan kategori tidak sehat berada di atas 55,5 mikrogram per meter kubik.

Selain Limapuluh Kota dan Dharmasraya, wilayah Sijunjung dan Solok Selatan juga berbatasan dengan daerah yang terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

“Kalau yang berbatasan itu Limapuluh Kota, Dharmasraya, Sijunjung, Solsel. Itu berbatasan dengan wilayah karhutla. Jadi wilayah kita yang berbatasan dengan Riau itu kelihatannya lebih ke arah tidak sehat,” jelasnya.

Sementara itu, wilayah pesisir barat Sumbar seperti Kota Padang dan Kabupaten Pesisir Selatan cenderung berada dalam kategori sedang.

Menurut Sugeng, kondisi Pesisir Selatan relatif mirip dengan Padang karena berada di kawasan pantai barat Sumatera.

“Pesisir Selatan lebih mirip Padang. Karena dia berada di barat pantai,” ujarnya.

Untuk Kota Padang, secara umum kualitas udara masih tergolong baik. Namun, pada waktu tertentu kondisinya dapat berubah menjadi sedang hingga tidak sehat.

“Untuk hari ini Kota Padang hampir seluruh kecamatan kategori sedang. Pantauan kami dari pukul 00.00 WIB sampai jam 23.00 WIB nanti,” katanya.

Sugeng memperkirakan kualitas udara Kota Padang pada Rabu (9/9/2026) akan lebih baik pada pagi hari.

Namun, memasuki siang hingga malam, kualitas udara diperkirakan kembali berada pada kategori sedang.

Sementara itu, kondisi berbeda terjadi di Dharmasraya. Kualitas udara di wilayah tersebut cenderung lebih buruk pada pagi hari.

“Dari dini hari tadi sampai pukul 10.00 WIB tidak sehat. Setelah siang matahari naik, kondisinya membaik. Namun sore hingga malam kembali tidak sehat,” tuturnya.

Read Entire Article
Jogja News Jogja Politan Jogja Ball Jogja Otote Klik News Makassar news