Kantor JAI Sulsel. (Dok: Andini)KabarMakassar.com — Jemaat Muslim Ahmadiyah Indonesia secara resmi menetapkan Hari Raya Idulfitri 1 Syawal 1447 Hijriah jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026.
Keputusan ini selaras dengan hasil sidang isbat Pemerintah Republik Indonesia yang diumumkan pada Kamis (19/03).
Amir Nasional Jemaat Muslim Ahmadiyah Indonesia, Zaki Firdaus Syahid mewakili seluruh pengurus dan anggota, menyampaikan ucapan Selamat Hari Raya Idulfitri kepada seluruh umat Muslim di Indonesia. Ia berharap momentum ini membawa perubahan hakiki bagi setiap pribadi agar semakin diridhoi Allah SWT.
“Semoga Idulfitri melahirkan pribadi yang memberikan banyak manfaat dan kedamaian kepada keluarga, masyarakat, bangsa, dan negara tercinta Indonesia,” ujar Zaki Firdaus dalam keterangan tertulisnya.
Dalam pesan Idulfitri tahun ini, Amir Nasional menekankan agar seluruh warga Ahmadiyah merayakan hari kemenangan dengan penuh kesederhanaan dan menjauhi perilaku hura-hura. Ia mengajak jemaah untuk terus meningkatkan kedekatan dengan Allah SWT, terutama di tengah situasi dunia yang dibayangi ancaman konflik besar.
“Para Ahmadi harus menjadikan momen Idulfitri sebagai sarana untuk memperkuat persaudaraan dan perdamaian. Muslim Ahmadi harus menjadi pelopor kerukunan dan membuktikan bahwa Islam adalah agama yang membawa kedamaian,” tegasnya.
Selain itu, menyikapi kondisi dunia yang penuh peperangan, Amir Nasional mengutip amanat pemimpin tertinggi spiritual Muslim Ahmadiyah global, Hazrat Mirza Masroor Ahmad. Ia menekankan bahwa perang dunia telah dimulai, dan satu-satunya jalan keselamatan bagi dunia Muslim adalah persatuan.
“Dunia Muslim harus berupaya berdamai dan hidup sebagai saudara satu sama lain. Inilah ajaran Islam yang hakiki, bukan saling membunuh,” kutip Zaki Firdaus.
Hazrat Mirza Masroor Ahmad juga mengingatkan para pemimpin dunia Islam untuk menyadari pentingnya bersatu sebagai satu kesatuan. Hal ini diperlukan untuk menjaga martabat, kehormatan, dan mencegah kekuatan anti-Islam memecah belah umat dari dalam.
Mengakhiri pesannya, Jemaat Muslim Ahmadiyah menekankan slogan khas mereka, “Love for All, Hatred for None” (Cinta untuk Semua, Tiada Kebencian untuk Siapapun). Slogan ini menjadi pengingat bahwa perbedaan keyakinan tidak boleh menjadi sumber konflik.
Zaki Firdaus mengingatkan bahwa manfaat sejati dari bulan suci Ramadan hanya dapat diraih jika seseorang mampu mempertahankan standar kecintaan dan ibadah kepada Allah SWT secara berkelanjutan, bahkan setelah bulan Ramadan berakhir.
















































