Ribuan orang berebut jenang dalam Festival Jenang Solo (FJS) 2025 di Selasar Ngarsopuro, Senin (17/2/2025) pagi. (Solopos - Candra Septian Bantara)
Harianjogja.com, SOLO— Festival Jenang Solo 2026 siap memeriahkan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-281 Kota Solo. Agenda budaya tahunan tersebut akan digelar di Koridor Ngarsopuro, Selasa (17/2/2026), dengan membagikan sekitar 2.000 porsi jenang gratis kepada masyarakat.
Pemerintah Kota Solo melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Solo menyampaikan Festival Jenang Solo tahun ini dikemas dalam rangkaian kegiatan yang beragam. Mulai dari kirab aneka jenang, berbagi jenang kepada warga, pasar jenang, pagelaran seni budaya, hingga masak besar jenang secara massal.
Menariknya, Festival Jenang Solo 2026 akan menjadi momentum perdana diperkenalkannya Jenang Nirmala kepada publik. Jenang ini dihadirkan sebagai simbol kesucian rasa, doa, serta harapan menuju Nusantara yang tenteram, harmonis, dan indah.
Kepala Bidang Pengembangan Sumber Daya Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Disbudpar Kota Solo, Satmaka Nugraha, menjelaskan festival tahun ini mengusung tema Nirmala Nusantara.
“Tema jenang tahun ini adalah Nirmala Nusantara. Kami akan membagikan kurang lebih 2.000 paket jenang kepada masyarakat yang hadir,” ujarnya, Sabtu (14/2/2026) sore.
Makna Filosofis Nirmala
Satmaka menjelaskan, kata nirmala memiliki makna tanpa cela, bersih, suci, atau tidak bernoda. Dalam pandangan hidup masyarakat Jawa, nirmala bukan sekadar bersih secara fisik, melainkan juga kondisi batin yang murni.
Dalam tradisi Jawa, konsep nirmala erat kaitannya dengan upacara ruwatan. Ruwatan bertujuan membuang mala atau sengkala—yang dimaknai sebagai nasib buruk atau kekotoran jiwa—agar seseorang kembali pada kondisi nirmala.
“Mala dianggap sebagai penghalang ketenangan dan keberuntungan, sedangkan nirmala adalah kondisi ideal manusia yang selaras dengan alam semesta,” jelasnya.
Ia menambahkan, istilah nirmala juga kerap muncul dalam tembang macapat maupun kakawin klasik Jawa. Kata tersebut digunakan untuk menggambarkan dewa-dewi, permaisuri yang setia, hingga kesatria yang berhati mulia.
Selain itu, nirmala identik dengan warna putih. Dalam konsep Sedulur Papat Limo Pancer, warna putih melambangkan arah timur sekaligus kesucian batin yang harus dijaga agar manusia tetap terbebas dari godaan duniawi.
Melalui tema Nirmala Nusantara, Festival Jenang Solo 2026 diharapkan mampu menegaskan peran jenang sebagai produk budaya yang bukan hanya kuliner, tetapi juga simbol merawat keharmonisan Nusantara menuju kehidupan yang indah dan berkelanjutan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : espos.id

8 hours ago
5

















































