Dua Prajurit Masih Dirawat, KSAD Ungkap Situasi Terkini Lebanon

9 hours ago 5

Dua Prajurit Masih Dirawat, KSAD Ungkap Situasi Terkini Lebanon Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak.

Harianjogja.com, TANGERANG—Kondisi prajurit TNI yang terluka dalam insiden serangan di Lebanon mulai terungkap. Maruli Simanjuntak menyebut setidaknya ada personel yang kini menjalani perawatan di rumah sakit, termasuk dua prajurit dari Angkatan Darat.

Pernyataan itu disampaikan di sela kegiatan di Tangerang, Sabtu (4/4/2026). KSAD juga menegaskan bahwa TNI tengah berduka setelah tiga prajurit gugur dalam misi perdamaian di bawah United Nations Interim Force in Lebanon.

“Jadi kami hari ini berduka, tiga anggota kita gugur. Termasuk juga kami mendengar ada berita yang memang kami sendiri masih belum terlalu pasti untuk menerima kondisi terakhirnya. Ada yang kondisi masuk rumah sakit ada berapa orang, ada di Angkatan Darat ada dua orang,” kata Maruli.

Ia menjelaskan, hingga kini informasi detail terkait kondisi korban luka masih terbatas. Hal itu karena jalur komunikasi operasional satuan tugas berada langsung di bawah kendali Tentara Nasional Indonesia pusat.

“Yang kontak langsung kan Mabes TNI ya, kami dapat informasi hanya identitas tertentu dalam kondisi sakit,” ujarnya.

Di tengah kekhawatiran keluarga, KSAD memastikan setiap prajurit telah dibekali prosedur ketat saat bertugas di wilayah konflik. Salah satu langkah utama saat terjadi serangan adalah segera berlindung di bunker untuk meminimalkan risiko.

Ia pun mengimbau keluarga di tanah air agar tetap tenang dan terus mendoakan keselamatan para prajurit yang bertugas di zona merah.

“Tidak usah risau sebetulnya, mereka juga sebetulnya yang tahu apa yang harus dilakukan. Tapi apa pun juga semua pasti ada risikonya,” katanya.

Terkait insiden tersebut, TNI bersama Kementerian Pertahanan Republik Indonesia dan kementerian terkait tengah menyiapkan langkah investigasi guna mengungkap penyebab pasti serangan.

Di level internasional, Pemerintah Indonesia melalui Sugiono telah mendesak Dewan Keamanan PBB untuk menggelar rapat darurat terkait keamanan pasukan penjaga perdamaian.

Serangan ini sebelumnya menewaskan tiga prajurit TNI, yakni Mayor Inf. Anumerta Zulmi Aditya Iskandar, Serka Anumerta Muhammad Nur Ichwan, dan Kopda Anumerta Farizal Rhomadhon.

Pemerintah Indonesia mengecam keras serangan terhadap personel dan aset PBB serta menuntut perlindungan maksimal bagi pasukan penjaga perdamaian sesuai hukum internasional.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Read Entire Article
Jogja News Jogja Politan Jogja Ball Jogja Otote Klik News Makassar news