DIY Jajaki Kerja Sama dengan Spanyol, Ekraf hingga Pariwisata Dibidik

5 hours ago 8

DIY Jajaki Kerja Sama dengan Spanyol, Ekraf hingga Pariwisata Dibidik

Pertemuan antara Duta Besar Spanyol untuk Indonesia, Bernardo de Sicart Escoda dengan Sekretaris Daerah (Sekda) DIY, Ni Made Dwipanti Indrayanti di Wiyatapraja, Kompleks Kepatihan, Kamis (17/9/2026). (Humas Pemda DIY)

Harianjogja.com, JOGJA— Pemerintah Daerah (Pemda) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menjajaki peluang kerja sama dengan Pemerintah Spanyol di sejumlah bidang, mulai ekonomi kreatif (ekraf) hingga pariwisata. Potensi kerajinan bambu, perhiasan khas Jogja, kekayaan budaya, serta destinasi wisata menjadi bagian yang ditawarkan dalam pertemuan kedua pihak.

Penjajakan tersebut dibahas dalam pertemuan antara Duta Besar Spanyol untuk Indonesia Bernardo de Sicart Escoda dan Sekretaris Daerah (Sekda) DIY Ni Made Dwipanti Indrayanti di Wiyatapraja, Kompleks Kepatihan, Kamis (17/9/2026).

Pertemuan itu tidak hanya membicarakan potensi kerja sama baru. Kedua pihak terlebih dahulu membahas kerja sama yang sudah berjalan antara Kedutaan Besar Spanyol dan Universitas Gadjah Mada (UGM) dalam pengajaran bahasa Spanyol.

Kerja Sama DIY-Spanyol Berawal dari Bahasa Spanyol

Kerja sama di bidang pendidikan bahasa tersebut kemudian berkembang hingga UGM memiliki program studi bahasa Spanyol. Dari kerja sama yang telah berjalan itu, pembicaraan kemudian melebar ke sejumlah potensi lain yang dapat dikolaborasikan antara DIY dan Spanyol.

Ni Made menawarkan sejumlah potensi yang dimiliki Jogja, salah satunya industri kerajinan bambu dan perhiasan khas Jogja. Produk dari kedua sektor tersebut disebut telah lama menembus pasar Spanyol melalui jalur ekspor.

Potensi ekonomi kreatif itu menjadi salah satu bidang yang ditawarkan Pemda DIY dalam penjajakan kerja sama dengan Spanyol. Selain produk yang sudah memiliki akses pasar, Pemda DIY juga melihat sektor pariwisata sebagai ruang kerja sama berikutnya.

Menurut Ni Made, kekayaan budaya yang dimiliki Indonesia dapat menjadi daya tarik bagi wisatawan dari Spanyol. Museum, candi, dan tempat bersejarah menjadi bagian dari potensi wisata yang ditawarkan.

"Indonesia memiliki kekayaan budaya yang tidak dimiliki negara lain di Asia. Kami juga mempunyai museum, candi, hingga tempat bersejarah yang menarik untuk dikunjungi wisatawan," ujarnya.

Ni Made menjelaskan DIY merupakan daerah yang memiliki museum terbanyak di Indonesia. Selain itu, dia menyebut kekayaan alam yang dimiliki DIY telah diakui UNESCO sebagai Warisan Budaya Dunia.

Menurutnya, keberadaan museum dan kekayaan alam tersebut memiliki nilai yang dapat dikembangkan dalam kerja sama lanjutan antara Spanyol dan DIY.

Spanyol Tertarik Promosikan Wisata Jogja

Duta Besar Spanyol untuk Indonesia Bernardo de Sicart Escoda merespons tawaran tersebut dengan mengapresiasi potensi serta keragaman budaya yang dimiliki Indonesia.

Bernardo mengaku tertarik untuk ikut mempromosikan dan mendorong lebih banyak wisatawan Spanyol datang ke Jogja. Ia juga menilai warisan budaya Indonesia, termasuk yang ada di DIY, menarik untuk dikunjungi.

Dalam kerja sama tersebut, Bernardo menekankan pentingnya kolaborasi kedua pihak, terutama dalam promosi dan peningkatan potensi yang dimiliki DIY.

Tidak hanya promosi wisata, Bernardo juga menyampaikan peluang kerja sama di bidang sejarah dan kebudayaan. Spanyol memiliki arkeolog yang dapat bekerja sama untuk melakukan studi tur di museum maupun tempat-tempat yang memiliki nilai sejarah kuat di DIY.

Peluang kerja sama juga muncul melalui bidang perfilman. Bernardo menyebut Spanyol selama ini kerap mengirimkan filmnya ke festival film di Jakarta dan mempertimbangkan penyelenggaraan festival film Spanyol di Jogja pada masa mendatang.

Pembahasan mengenai perfilman tersebut juga berkaitan dengan kebutuhan terhadap fasilitas pemutaran film. Bernardo menyampaikan keinginannya agar peluang tersebut dapat direalisasikan.

"Ya semacam cinepolis atau bioskop. Kita butuh bioskop, itulah yang saya sampaikan kepada penasihat budaya untuk merealisasikannya," paparnya.

Jika direalisasikan, rencana tersebut akan memperluas bidang yang dibicarakan dalam hubungan kerja sama DIY dan Spanyol. Pembicaraan tidak hanya menyentuh produk ekonomi kreatif dan kunjungan wisatawan, tetapi juga kebudayaan, sejarah, serta film.

Olahraga Juga Jadi Peluang Kerja Sama

Selain ekonomi kreatif dan pariwisata, olahraga turut dilihat sebagai bidang yang berpotensi dikembangkan dalam kerja sama DIY dan Spanyol.

Bernardo menilai olahraga di Indonesia, khususnya sepak bola, telah berkembang belakangan ini. Pada sisi lain, Spanyol memiliki sekolah pelatih sepak bola yang dinilai menjadi salah satu yang terbaik di dunia.

Potensi tersebut kemudian membuka pembahasan mengenai peningkatan mutu pendidikan olahraga. Bernardo turut mendukung Pemda DIY untuk meningkatkan kualitas pendidikan di bidang olahraga, khususnya melalui sekolah.

Menurut Bernardo, sekolah memiliki peran penting dalam mempromosikan olahraga. Ia menilai peran tersebut lebih penting dibandingkan klub yang masuk dalam sektor swasta.

Dengan demikian, penjajakan kerja sama DIY dan Spanyol mencakup beberapa bidang yang saling berkaitan. Ekonomi kreatif menjadi salah satu pintu masuk melalui produk kerajinan bambu dan perhiasan khas Jogja yang telah menembus pasar Spanyol.

Di sektor pariwisata, kekayaan budaya, museum, candi, dan tempat bersejarah ditawarkan sebagai potensi untuk menarik lebih banyak wisatawan dari Spanyol. Bernardo merespons peluang tersebut dengan menyatakan ketertarikannya untuk mendorong promosi wisata Jogja di Spanyol.

Kerja sama juga berpotensi berkembang ke sektor kebudayaan dan perfilman melalui kemungkinan studi tur arkeolog Spanyol serta rencana festival film Spanyol di Jogja. Kebutuhan terhadap bioskop menjadi salah satu hal yang turut disampaikan dalam pembicaraan tersebut.

Sementara itu, bidang olahraga membuka peluang kerja sama lain, terutama dalam peningkatan pendidikan olahraga di sekolah dan sepak bola. Bernardo menyebut perkembangan sepak bola Indonesia serta keberadaan sekolah pelatih sepak bola di Spanyol sebagai bagian dari potensi yang dapat dikembangkan.

Pertemuan di Wiyatapraja tersebut menjadi penjajakan atas berbagai peluang kerja sama antara Pemda DIY dan Pemerintah Spanyol. Dari kerja sama bahasa Spanyol yang telah berkembang di UGM, pembicaraan kemudian meluas ke ekonomi kreatif, pariwisata, budaya, film, dan olahraga.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Read Entire Article
Jogja News Jogja Politan Jogja Ball Jogja Otote Klik News Makassar news