Ditarget Tuntas Akhir Tahun, Pembangunan Jembatan Koto Pulai Lengayang Pessel Diresmikan

5 hours ago 2

Hayati Sumbar

KLIKPOSITIF- Kementerian Pekerjaan Umum akhirnya mulai membangun Jembatan Koto Pulai di Kecamatan Lengayang, Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), yang rusak akibat banjir besar pada Maret 2024 lalu. Peletakan batu pertama pembangunan jembatan tersebut diresmikan langsung oleh Bupati Pesisir Selatan, Hendrajoni, Rabu (29/4/2026).

Bupati Hendrajoni menyebut, Jembatan Koto Pulai merupakan salah satu infrastruktur vital yang mengalami kerusakan parah akibat bencana banjir pada 7-8 Maret 2024. Karena itu, pembangunan kembali jembatan tersebut menjadi prioritas utama pemerintah daerah.

“Alhamdulillah, akhirnya jembatan yang telah lama dinantikan masyarakat ini dibangun oleh Kementerian PU melalui Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Sumatera Barat,” ungkap Hendrajoni.

Ia mengatakan, keberadaan infrastruktur sangat penting karena menjadi urat nadi perekonomian masyarakat. Dengan keterbatasan anggaran daerah, Pemkab Pessel terus mendorong pemerintah pusat agar pembangunan jembatan tersebut dapat direalisasikan.

Menurutnya, keberadaan jembatan yang layak sangat dibutuhkan untuk menunjang aktivitas masyarakat, mulai dari sektor pertanian, pendidikan hingga pelayanan kesehatan.

“Dengan akses yang baik, aktivitas masyarakat menjadi lancar dan pelayanan dasar bisa terpenuhi,” jelasnya.

Baca Juga

Jembatan Kotobaru

Hendrajoni juga menegaskan pentingnya konektivitas wilayah untuk memperkuat jaringan jalan dan mengurangi keterisolasian antar nagari. Ia pun meminta pihak pelaksana proyek agar mengerjakan pembangunan sesuai spesifikasi dan target waktu yang telah ditetapkan.

“Saya menitipkan pesan kepada PPK BPJN Sumbar, kontraktor, dan konsultan pengawas agar memastikan struktur jembatan kokoh, tepat mutu, dan selesai tepat waktu,” tegasnya.

Sementara itu, PPK Satker PJN Wilayah II, BPJN Sumbar, Yan Purwandri, menjelaskan pembangunan Jembatan Gantung Koto Pulai menggunakan rangka baja tipe rigid dengan panjang bentang mencapai 80 meter.

Ia menyebut, nilai kontrak proyek tersebut mencapai Rp5,8 miliar dengan masa pengerjaan selama 240 hari kalender atau sekitar delapan bulan. Proyek itu ditargetkan selesai pada 1 Desember 2026.

“Kami berharap pembangunan jembatan ini berjalan lancar sehingga dapat segera dimanfaatkan masyarakat,” katanya.

Read Entire Article
Jogja News Jogja Politan Jogja Ball Jogja Otote Klik News Makassar news