Dewan Minta Siapkan Arena Khusus Tembak-tembakan O-Mega

10 hours ago 6
Dewan Minta Siapkan Arena Khusus Tembak-tembakan O-MegaSenjata Mainan. (Dok: Ist)

KabarMakassar.com — Fenomena aksi tembak-tembakan menggunakan senjata mainan jenis o-mega yang marak di jalanan Kota Makassar menuai sorotan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD).

Aktivitas yang viral di media sosial itu dinilai berpotensi membahayakan keselamatan dan mengganggu ketertiban jika terus dilakukan di ruang publik.

Ketua Komisi D DPRD Makassar, Ari Ashari Ilham, menilai tren tersebut tidak bisa hanya dipandang sebagai kenakalan remaja semata. Menurutnya, maraknya aksi itu juga menunjukkan masih minimnya ruang bagi anak muda untuk menyalurkan hobi dan aktivitas rekreasi secara aman.

“Memang dibutuhkan ruang-ruang bagi pemuda untuk menyalurkan hobinya. Kalau tidak ada tempat, mereka akan mencari ruang sendiri, termasuk di jalan raya,” ujar Ari, Jumat (06/03).

Ia menilai pemerintah kota perlu membaca fenomena ini secara lebih komprehensif. Ketika tidak tersedia fasilitas resmi, aktivitas permainan taktis seperti o-mega atau paintball berpotensi dilakukan di tempat yang tidak semestinya, termasuk di jalan raya yang berisiko tinggi.

Beberapa video yang beredar bahkan memperlihatkan aksi tembak-tembakan dilakukan sambil berkendara sepeda motor di jalan umum. Kondisi ini dinilai membahayakan pelaku maupun pengguna jalan lain.

Ari menyarankan agar pemerintah bersama pihak swasta mulai mempertimbangkan penyediaan arena khusus yang dapat menampung minat anak muda terhadap permainan taktis tersebut.

Menurutnya, Makassar sebelumnya pernah memiliki arena paintball yang cukup diminati masyarakat. Konsep serupa bisa kembali dihidupkan dengan pengelolaan yang lebih modern, profesional, dan dilengkapi standar keamanan yang jelas.

“Ini bisa menjadi peluang bagi Pemerintah Kota untuk menggandeng investor yang tertarik mengembangkan arena permainan taktis seperti itu,” katanya.

Ia menilai penyediaan arena resmi tidak hanya memberikan ruang aman bagi generasi muda, tetapi juga berpotensi membuka peluang usaha baru di sektor olahraga rekreasi dan hiburan.

Dengan pengelolaan profesional, fasilitas tersebut dapat dilengkapi perlengkapan keselamatan, aturan permainan, serta sistem pengawasan yang memadai sehingga aktivitas tembak-tembakan tidak lagi dilakukan secara liar di ruang publik.

Selain itu, Ari menilai hobi tersebut juga memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi cabang olahraga yang lebih terarah. Jika dibina secara serius, minat anak muda terhadap permainan taktis bahkan bisa melahirkan bibit atlet di bidang menembak atau olahraga sejenis.

“Kalau dikelola dengan baik, bukan tidak mungkin dari hobi seperti ini justru lahir atlet yang bisa berprestasi,” ujarnya.

Meski demikian, ia menekankan bahwa pengawasan tetap perlu dilakukan untuk mencegah aktivitas berbahaya di ruang publik. Ari juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk ikut terlibat dalam pengendalian fenomena tersebut.

“Memang perlu keterlibatan semua pihak, baik pemerintah kota, aparat penegak hukum, maupun masyarakat,” katanya.

Ia juga menyoroti pentingnya peran pengurus lingkungan seperti RT dan RW dalam melakukan pengawasan serta memberikan edukasi kepada para remaja di wilayah masing-masing.

Menurutnya, langkah pencegahan dari tingkat lingkungan dapat menjadi cara efektif agar aktivitas serupa tidak berkembang menjadi gangguan ketertiban umum.

“Kalau bisa dicegah dari lingkup terkecil di RT dan RW, maka tidak akan meluas ke mana-mana,” tukasnya.

Navigasi pos

Read Entire Article
Jogja News Jogja Politan Jogja Ball Jogja Otote Klik News Makassar news