Daftar 10 OTT KPK 2026, Pejabat Daerah Berguguran

6 hours ago 6

Daftar 10 OTT KPK 2026, Pejabat Daerah Berguguran Foto ilustrasi korupsi dibuat menggunakan Artificial Intelligence.

Harianjogja.com, JAKARTA — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menunjukkan intensitas tinggi dalam penindakan kasus korupsi sepanjang awal 2026. Sejak Januari, lembaga antirasuah ini telah melakukan 10 kali operasi tangkap tangan (OTT).

OTT terbaru atau yang ke-10 menyasar Bupati Tulungagung, Gatut Sunu, bersama sejumlah pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tulungagung pada Jumat (10/4/2026). Hingga kini, perkara yang menjerat mereka masih dalam proses pendalaman.

Rangkaian OTT Sejak Januari 2026

KPK memulai rangkaian OTT tahun ini pada 9–10 Januari 2026. Operasi tersebut terkait dugaan suap dalam pemeriksaan pajak di Kantor Pelayanan Pajak Madya Jakarta Utara, dengan total delapan orang diamankan.

Berikutnya, pada 19 Januari 2026, KPK menangkap Wali Kota Madiun, Maidi. Ia kemudian diumumkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan pemerasan terkait proyek, dana CSR, dan gratifikasi di lingkungan Pemkot Madiun.

Masih di tanggal yang sama, KPK juga melakukan OTT terhadap Bupati Pati, Sudewo. Sehari kemudian, ia ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan pemerasan terkait pengisian jabatan perangkat desa.

Kasus Pajak hingga Bea Cukai

OTT keempat dilakukan pada 4 Februari 2026 di lingkungan Kantor Pelayanan Pajak Madya Banjarmasin, Kalimantan Selatan, terkait dugaan korupsi restitusi pajak.

Pada hari yang sama, KPK juga melakukan OTT kelima yang berkaitan dengan importasi barang tiruan. Dalam kasus ini, salah satu yang ditangkap adalah Rizal, yang pernah menjabat Direktur Penindakan dan Penyidikan di Direktorat Jenderal Bea dan Cukai.

Sehari kemudian, 5 Februari 2026, OTT keenam dilakukan terkait dugaan korupsi sengketa lahan di lingkungan Pengadilan Negeri Depok. Sejumlah pejabat pengadilan hingga pihak swasta ditetapkan sebagai tersangka.

OTT Berlanjut Saat Ramadan

Memasuki Maret 2026 yang bertepatan dengan Ramadan, KPK tetap melakukan penindakan.

Pada 3 Maret 2026, KPK menetapkan Bupati Pekalongan, Fadia Arafiq, sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi pengadaan jasa outsourcing.

Kemudian pada 10 Maret 2026, Bupati Rejang Lebong, Muhammad Fikri Thobari, terjaring OTT terkait dugaan suap proyek.

Selanjutnya, pada 13 Maret 2026, KPK menangkap Bupati Cilacap, Syamsul Auliya Rachman, dalam kasus dugaan pemerasan dan gratifikasi di lingkungan Pemkab Cilacap.

OTT Terbaru Masih Didalami

OTT ke-10 yang dilakukan pada 10 April 2026 menyasar Bupati Tulungagung Gatut Sunu. KPK juga mengamankan sejumlah pejabat daerah dalam operasi tersebut.

Namun, hingga saat ini, KPK belum mengungkap secara rinci perkara yang melatarbelakangi penangkapan tersebut karena masih dalam tahap pemeriksaan intensif.

Rangkaian OTT ini menunjukkan komitmen KPK dalam memberantas korupsi, termasuk di level pemerintah daerah dan instansi strategis lainnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Espos

Read Entire Article
Jogja News Jogja Politan Jogja Ball Jogja Otote Klik News Makassar news