Cuaca DIY Hari Ini 1 Agustus Cerah, Bediding Masih Terasa

2 hours ago 1

Cuaca DIY Hari Ini 1 Agustus Cerah, Bediding Masih Terasa

Ilustrasi suhu dingin - Freepik

Harianjogja.com, JOGJA—Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan cuaca di seluruh wilayah Daerah Istimewa Jogja (DIY) pada Sabtu (1/8/2026) didominasi kondisi cerah sepanjang hari. Memasuki puncak musim kemarau, langit yang minim tutupan awan juga memicu fenomena bediding, yakni penurunan suhu yang cukup terasa pada malam hingga dini hari sebelum kembali menghangat pada siang hari.

Perbedaan suhu antara pagi, siang, dan malam diperkirakan cukup signifikan di lima kabupaten/kota di DIY. Karena itu, masyarakat diimbau tetap menjaga kondisi tubuh saat beraktivitas, terutama ketika terjadi perubahan suhu yang cukup ekstrem.

Kota Jogja dan Sleman Diprakirakan Capai Suhu 31 Derajat Celsius

Berdasarkan prakiraan BMKG, Kota Jogja diperkirakan mengalami cuaca cerah dengan suhu udara berkisar 23-31 derajat Celsius dan kelembapan udara 53-90%.

Sementara itu, Kabupaten Sleman juga diprediksi cerah sepanjang hari dengan suhu 22-31 derajat Celsius serta kelembapan 54-94%. Kondisi kelembapan yang tinggi pada malam hingga dini hari berpotensi memunculkan embun tipis, terutama di kawasan lereng Gunung Merapi.

Bantul, Gunungkidul, dan Kulon Progo Tetap Cerah

Kabupaten Bantul diprakirakan menikmati cuaca cerah dengan suhu 22-30 derajat Celsius dan kelembapan udara 55-98%. Tingkat kelembapan yang tinggi membuat udara malam hingga dini hari terasa lebih dingin akibat fenomena bediding.

Di Kabupaten Gunungkidul, BMKG memprakirakan cuaca cerah dengan suhu berkisar 22-30 derajat Celsius dan kelembapan 56-95%. Karakteristik wilayah perbukitan kapur membuat suhu malam lebih cepat turun, sementara cuaca cerah pada siang hari mendukung aktivitas luar ruangan.

Adapun Kabupaten Kulon Progo menjadi wilayah dengan suhu terendah di DIY. Suhu udara diperkirakan berada pada kisaran 21-29 derajat Celsius dengan kelembapan 60-95%, sehingga kondisi udara cenderung terasa lebih sejuk dibanding daerah lainnya.

Bediding Masih Terjadi pada Puncak Musim Kemarau

Fenomena bediding masih berpotensi terjadi seiring berlangsungnya puncak musim kemarau di wilayah selatan Pulau Jawa. Langit yang cerah tanpa banyak awan menyebabkan panas yang tersimpan di permukaan bumi lebih cepat terlepas ke atmosfer pada malam hari sehingga suhu udara menurun.

Di sisi lain, minimnya tutupan awan membuat paparan sinar matahari pada siang hari terasa lebih terik sehingga perbedaan suhu siang dan malam menjadi lebih mencolok.

BMKG Imbau Warga Jaga Kondisi Tubuh

BMKG mengimbau masyarakat untuk mewaspadai dampak perubahan suhu yang cukup ekstrem selama puncak musim kemarau. Menguatnya Angin Monsun Australia yang membawa massa udara kering dan dingin berpotensi memicu gangguan kesehatan seperti flu, batuk, hingga kulit kering.

Masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan pada siang hari disarankan mencukupi kebutuhan air putih, menggunakan tabir surya maupun pelembap kulit, serta menyesuaikan pakaian saat suhu udara terasa lebih dingin pada malam hingga dini hari.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sunartono

Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Jogja News Jogja Politan Jogja Ball Jogja Otote Klik News Makassar news