Carlos Pena Waspadai PSIM Jogja di Laga Perdana Super League

1 hour ago 3

Jumali

Jumali Senin, 31 Agustus 2026 10:27 WIB

Carlos Pena Waspadai PSIM Jogja di Laga Perdana Super League

Pelatih Persita Tangerang, Carlos Pena/Instagram: Persita


Harianjogja.com, JOGJA— PSIM Jogja akan langsung mendapat ujian berat pada laga perdana Super League 2026/2027. Persita Tangerang yang menjadi lawan pembuka mengaku tidak ingin menganggap remeh pertandingan yang akan digelar di Stadion Sultan Agung, Bantul, Sabtu (5/9/2026).

Pelatih Persita Tangerang, Carlos Pena, menyadari pertandingan pertama musim baru selalu menghadirkan tantangan berbeda. Persiapan selama pramusim akan diuji ketika kedua tim akhirnya bertemu dalam pertandingan kompetitif.

Carlos Pena menilai PSIM Jogja memiliki potensi memberikan tekanan besar kepada timnya. Karena itu, Persita memilih fokus menghadapi pertandingan demi pertandingan tanpa terbebani target tertentu sejak awal kompetisi.

Carlos Pena Sebut Laga Perdana Persita Tak Akan Mudah

Carlos Pena menegaskan bahwa tidak ada pertandingan yang bisa dianggap mudah, terlebih laga pembuka kompetisi. Menurutnya, Persita harus menghadapi setiap pertandingan dengan konsentrasi penuh.

“Setiap pertandingan akan sangat sulit. Namun, kami menjalaninya dengan ambisi dan fokus satu per satu laga,” ujar Carlos Pena, dikutip dari situs resmi Persita, Senin (31/8/2026).

Pertandingan melawan PSIM menjadi kesempatan pertama bagi Persita untuk mengukur hasil persiapan mereka selama menyambut musim baru.

Duel tersebut juga menarik karena Persita harus bermain di kandang PSIM. Stadion Sultan Agung diperkirakan menjadi salah satu faktor yang dapat menambah tekanan bagi tim tamu.

Meski demikian, Carlos Pena memastikan anak asuhnya datang dengan ambisi untuk mendapatkan hasil terbaik.

Persita Evaluasi Penurunan Performa Musim Lalu

Persita tidak hanya mempersiapkan diri untuk menghadapi PSIM. Klub berjuluk Pendekar Cisadane itu juga melakukan evaluasi terhadap perjalanan mereka pada musim 2025/2026.

Carlos Pena mengakui Persita sempat menunjukkan performa yang cukup konsisten, terutama dalam menjaga pertahanan dan membangun serangan.

Namun, konsistensi tersebut tidak bertahan hingga penghujung kompetisi. Performa Persita di kedua sektor tersebut mengalami penurunan sehingga menjadi salah satu pekerjaan rumah yang harus segera diselesaikan.

“Kami telah membenahi kelemahan tersebut,” kata Carlos Pena.

Untuk memperbaiki persoalan itu, Persita mendatangkan sejumlah pemain baru. Kehadiran pemain-pemain tersebut diharapkan mampu menutup kekurangan skuad sekaligus meningkatkan kestabilan permainan.

Carlos Pena berharap perbaikan yang dilakukan tidak hanya berdampak pada satu atau dua pertandingan. Konsistensi sepanjang musim menjadi salah satu fokus utama Persita.

Tak Pasang Target Poin, Persita Pilih Fokus Bertahap

Carlos Pena juga mengambil pendekatan berbeda terkait target Persita pada musim 2026/2027. Ia tidak ingin membebani tim dengan angka tertentu yang harus dicapai sejak awal kompetisi.

Menurutnya, Persita memiliki ambisi untuk berada di posisi setinggi mungkin. Namun, target tersebut harus dibangun melalui konsistensi penampilan dari setiap pertandingan.

“Kami tak punya tekanan untuk gelar juara. Kami punya ambisi. Kami ingin membawa tim berada di posisi setinggi mungkin,” ucapnya.

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa Carlos Pena lebih memilih membangun Persita secara bertahap. Setiap pertandingan akan menjadi bagian dari proses untuk menentukan sejauh mana tim mampu bersaing di Super League musim ini.

PSIM Jogja Jadi Ujian Pertama Persita

Pertandingan melawan PSIM Jogja akhirnya menjadi langkah awal bagi Persita untuk membuktikan hasil pembenahan mereka.

Skuad Pendekar Cisadane dituntut mampu menjaga fokus sejak awal pertandingan. Kesalahan kecil pada laga perdana berpotensi memberikan keuntungan bagi lawan.

Di sisi lain, PSIM juga memiliki motivasi besar untuk mengawali kompetisi dengan hasil positif di hadapan pendukungnya.

Carlos Pena menyadari duel tersebut tidak akan berlangsung mudah. Karena itu, Persita akan berusaha menerapkan permainan yang telah dipersiapkan selama pramusim dan menjaga konsistensi sepanjang pertandingan.

Laga PSIM Jogja vs Persita Tangerang di Stadion Sultan Agung, Bantul, Sabtu (5/9/2026), pun menjadi salah satu pertandingan yang menarik perhatian pada pekan pembuka Super League 2026/2027.

Bagi Persita, pertandingan tersebut bukan sekadar kesempatan meraih tiga poin. Duel melawan PSIM juga menjadi ujian pertama apakah pembenahan yang dilakukan setelah musim lalu mampu membuat Pendekar Cisadane tampil lebih stabil sepanjang kompetisi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Jumali

Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Jogja News Jogja Politan Jogja Ball Jogja Otote Klik News Makassar news