Bulan Bung Hatta di Kota Padang, Fadly Amran Ajak Generasi Muda Teladani Perjuangan Sang Proklamator

21 hours ago 8

promo hayati padang agustus

PADANG, KLIKPOSITIF — Semangat mengenang pemikiran, perjuangan, dan keteladanan Proklamator Kemerdekaan Republik Indonesia Mohammad Hatta kembali digaungkan di Kota Padang. Memperingati Agustus sebagai Bulan Bung Hatta, sejumlah tokoh nasional dan daerah berkumpul dalam kegiatan bertajuk “Empat Pilar MPR RI Membaca Bung Hatta” di Rumah Inspirasi H. Alex Indra Lukman, Kelurahan Ulak Karang Utara, Kecamatan Padang Utara, Minggu malam (30/8/2026).

Kegiatan yang digagas Wakil Ketua Komisi IV DPR RI sekaligus Ketua DPD PDI Perjuangan Sumatera Barat, H. Alex Indra Lukman, tersebut menjadi ruang untuk kembali membaca perjalanan hidup Bung Hatta sekaligus menggali nilai-nilai kebangsaan yang diwariskan salah satu Proklamator Indonesia itu.

Kegiatan tersebut dihadiri Wali Kota Padang Fadly Amran, putri Proklamator Bung Hatta, Halida Nuriah Hatta, Anggota DPR RI Sigit Karyawan Yunianto dan Bonnie Triyana, Wakil Bupati Dharmasraya Leli Arni, anggota DPRD Provinsi Sumatera Barat dan DPRD Kota Padang dari Fraksi PDI Perjuangan, serta jajaran pengurus DPC PDI Perjuangan Kota Padang dan DPD PDI Perjuangan Sumatera Barat.

Kehadiran berbagai unsur tersebut memperlihatkan bahwa momentum Bulan Bung Hatta tidak semata-mata menjadi agenda seremonial, tetapi juga menjadi kesempatan untuk merefleksikan kembali perjalanan sejarah bangsa dan relevansi pemikiran para pendiri republik dengan kehidupan berbangsa saat ini.

Wali Kota Padang Fadly Amran mengatakan, Kota Padang memiliki hubungan sejarah yang kuat dengan sosok Bung Hatta. Karena itu, menurutnya, masyarakat Sumatera Barat, khususnya Kota Padang, memiliki alasan kuat untuk terus menjaga ingatan kolektif terhadap sosok yang dikenal tidak hanya sebagai Proklamator, tetapi juga sebagai negarawan dan pemikir bangsa tersebut.

“Sejarah Bung Hatta begitu kuat terukir di Kota Padang. Sudah sepatutnya kita mengenang kelahiran beliau, perjuangan beliau, serta nilai-nilai yang telah beliau ukirkan bagi bangsa dan negara,” kata Fadly.

Menurut Fadly, kedekatan sejarah tersebut menjadi kekayaan tersendiri bagi Kota Padang. Bahkan, nama Bung Hatta turut diabadikan dalam Mars Kota Padang, yang menunjukkan kuatnya jejak dan penghormatan terhadap sosok kelahiran Bukittinggi tersebut dalam perjalanan sejarah daerah.

Bagi Fadly, mengenang Bung Hatta bukan sekadar mengingat tanggal kelahiran atau rangkaian peristiwa sejarah yang pernah dilaluinya. Lebih dari itu, generasi saat ini perlu memahami gagasan, prinsip, serta nilai perjuangan yang menjadi landasan pemikiran Bung Hatta dalam membangun Indonesia.

Ia menilai, perjalanan hidup Bung Hatta bersama tokoh-tokoh besar bangsa lainnya merupakan sumber pembelajaran yang penting bagi generasi muda. Di tengah perubahan zaman yang berlangsung cepat, nilai-nilai perjuangan para pendiri bangsa dinilai tetap relevan sebagai pijakan dalam menghadapi berbagai tantangan.

“Membaca Bung Hatta menjadi momentum penting untuk merefleksikan kembali nilai-nilai perjuangan para pendiri bangsa. Kami menyampaikan apresiasi karena telah menghadirkan kegiatan yang mengangkat sejarah dan keteladanan Bung Hatta di Kota Padang,” ujarnya.

Fadly berharap kegiatan semacam itu dapat terus dikembangkan sehingga sejarah tidak berhenti sebagai catatan masa lalu. Menurutnya, pemahaman terhadap sejarah perlu diterjemahkan menjadi semangat untuk membangun daerah, memperkuat persatuan, serta melahirkan generasi yang memiliki karakter kebangsaan.

Sementara itu, Anggota DPR RI Bonnie Triyana memberikan apresiasi kepada Alex Indra Lukman yang telah menginisiasi kegiatan memperingati Bulan Bung Hatta di Sumatera Barat.

Bonnie mengatakan, kegiatan tersebut memiliki arti penting karena Bung Hatta merupakan salah satu tokoh sentral dalam perjalanan berdirinya Republik Indonesia. Ia menyebut kegiatan yang mengangkat pemikiran dan keteladanan Bung Hatta juga telah menjadi bagian dari agenda PDI Perjuangan di tingkat nasional sejak beberapa tahun terakhir.

“Malam ini, untuk pertama kalinya, pecah telur di Sumatera Barat. Bang Alex mendedikasikan PDI Perjuangan untuk menyelenggarakan sebuah kegiatan dalam rangka merayakan, memperingati, dan mengenang sosok Bung Hatta,” ujar Bonnie.

Ia menyebut, di tingkat nasional, DPP PDI Perjuangan telah melaksanakan kegiatan serupa sejak 2020 melalui agenda bertajuk “Pekan Bung Hatta”. Menurutnya, keberlanjutan kegiatan tersebut penting untuk menjaga agar pemikiran dan keteladanan Bung Hatta tetap hidup serta dapat dipelajari oleh masyarakat luas.

Sementara itu, Halida Nuriah Hatta, putri Bung Hatta, mengungkapkan bahwa terdapat makna khusus pada bulan Juni dan Agustus dalam tradisi mengenang dua Proklamator Kemerdekaan Indonesia.

Juni dikenal sebagai Bulan Bung Karno, bertepatan dengan kelahiran Soekarno pada 6 Juni 1901. Sementara Agustus menjadi Bulan Bung Hatta, yang lahir pada 12 Agustus 1902.

Halida mengatakan, Bung Karno dan Bung Hatta merupakan dua tokoh yang tidak dapat dipisahkan dari sejarah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia. Keduanya merupakan Proklamator sekaligus dwitunggal yang memainkan peran penting dalam perjalanan bangsa menuju kemerdekaan.

“Bung Karno dan Bung Hatta merupakan Proklamator Kemerdekaan Republik Indonesia sekaligus dwitunggal yang menunjukkan kepemimpinan efektif, dengan berpegang teguh pada nilai-nilai kebangsaan. Hal ini harus kita jadikan pedoman untuk membangun bangsa dan negara,” kata Halida.

Menurut Halida, warisan terbesar kedua Proklamator tersebut tidak hanya terletak pada momentum pembacaan Proklamasi pada 17 Agustus 1945. Lebih jauh, terdapat gagasan dan nilai kebangsaan yang perlu terus diwariskan kepada generasi penerus.

Semangat tersebut pula yang menjadi ruh kegiatan “Empat Pilar MPR RI Membaca Bung Hatta”. Melalui kegiatan itu, peserta diajak melihat Bung Hatta bukan hanya sebagai figur sejarah, tetapi sebagai sosok yang pemikiran dan keteladanannya masih relevan untuk menjawab persoalan kebangsaan hari ini.

Di Kota Padang, narasi tentang Bung Hatta juga memiliki kedekatan emosional dengan masyarakat. Jejak sejarah sang Proklamator di Sumatera Barat menjadi bagian dari identitas daerah yang perlu dirawat melalui pendidikan sejarah, kegiatan kebudayaan, serta ruang-ruang diskusi publik.

Momentum Bulan Bung Hatta pada akhirnya menjadi pengingat bahwa kemerdekaan tidak lahir secara instan. Di balik berdirinya republik terdapat perjalanan panjang, pengorbanan, pemikiran, serta keteguhan para tokoh bangsa.

Karena itu, mengenang Bung Hatta diharapkan tidak berhenti pada seremoni tahunan. Nilai kejujuran, kecintaan terhadap bangsa, kedisiplinan, kesederhanaan, intelektualitas, serta komitmen terhadap kepentingan rakyat yang melekat pada sosok Bung Hatta menjadi warisan yang perlu terus dihidupkan.

Dari Kota Padang, semangat tersebut kembali ditegaskan: membaca Bung Hatta berarti membaca kembali perjalanan bangsa, sekaligus menyiapkan generasi masa depan agar tidak kehilangan pijakan sejarah di tengah perubahan zaman.

Read Entire Article
Jogja News Jogja Politan Jogja Ball Jogja Otote Klik News Makassar news