Ancaman DarkSword Intai iPhone, Segera Update iOS Anda

5 hours ago 6

Ancaman DarkSword Intai iPhone, Segera Update iOS Anda Ilustrasi iphone 16. Istimewa

Harianjogja.com, JOGJA—Pengguna iPhone dan iPad kini menghadapi ancaman serius. Alat peretasan bernama DarkSword bocor ke publik dan bisa digunakan siapa saja untuk mencuri data pribadi.

Alat tersebut bahkan telah diunggah ke GitHub, membuatnya mudah diunduh dan digunakan ulang oleh siapa saja, termasuk pengguna tanpa latar belakang teknis. Kondisi ini meningkatkan risiko serangan secara signifikan.

Target utama serangan adalah perangkat yang masih menjalankan sistem operasi lama seperti iOS 18 dan belum melakukan pembaruan ke versi terbaru.

"Ini buruk. Alat ini terlalu mudah untuk digunakan ulang," ujar pendiri iVerify, Matthias Frielingsdorf, dikutip dari TechCrunch, Kamis (26/3/2026).

"Saya tidak yakin ini bisa dibendung lagi," lanjutnya.

Menurutnya, kode DarkSword sangat sederhana karena hanya berbasis HTML dan JavaScript. Artinya, siapa pun dapat menjalankannya dengan cepat tanpa keahlian khusus.

Bahaya Nyata: Data Pribadi Bisa Dicuri

Setelah berhasil masuk ke perangkat, DarkSword mampu mencuri berbagai data sensitif pengguna. Mulai dari kontak, pesan, riwayat panggilan, hingga data dalam keychain iOS seperti password Wi-Fi dan informasi penting lainnya.

Data tersebut kemudian dikirim ke server milik peretas tanpa sepengetahuan pengguna. Hal ini membuat serangan sangat berbahaya karena korban tidak menyadari perangkatnya telah diretas.

Peneliti dari Google juga mengonfirmasi ancaman ini. Bahkan, seorang peneliti independen dilaporkan berhasil meretas iPad mini berbasis iOS 18 menggunakan kode DarkSword yang beredar di internet.

Apple Sudah Rilis Update, Tapi Belum Semua Aman

Apple telah merespons dengan merilis pembaruan darurat pada 11 Maret 2026. Update ini ditujukan untuk menutup celah keamanan, termasuk bagi perangkat yang tidak mendukung versi iOS terbaru.

"Memperbarui perangkat lunak adalah langkah paling penting untuk menjaga keamanan produk Apple Anda," kata juru bicara Apple, Sarah O'Rourke.

Apple memastikan perangkat yang sudah diperbarui tidak terdampak, apalagi jika fitur Lockdown Mode diaktifkan. Namun, risiko tetap tinggi bagi pengguna yang belum melakukan update.

Ratusan Juta Pengguna Masih Rentan

Ancaman ini menjadi serius karena jumlah perangkat yang belum diperbarui masih sangat besar. Diperkirakan sekitar seperempat pengguna iPhone dan iPad masih menggunakan iOS 18 atau versi lebih lama.

Dengan total lebih dari 2,5 miliar perangkat aktif, artinya ratusan juta pengguna berpotensi menjadi target serangan DarkSword. Kondisi ini membuka peluang serangan dalam skala global.

Langkah Penting yang Harus Dilakukan

Para ahli keamanan menyarankan pengguna segera memperbarui sistem operasi ke versi terbaru, seperti iOS 26 atau pembaruan keamanan yang tersedia. Langkah ini menjadi cara paling efektif untuk menutup celah keamanan.

Bagi perangkat yang tidak mendukung iOS terbaru, Apple tetap menyediakan pembaruan darurat yang dapat diakses melalui menu pengaturan. Semakin cepat update dilakukan, semakin kecil risiko perangkat diretas di tengah maraknya penyebaran alat peretasan ini di internet.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Read Entire Article
Jogja News Jogja Politan Jogja Ball Jogja Otote Klik News Makassar news